Novel
Cerita Pendek

Genre

Realistis×
Semua
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Karakter

27
Munafik×
Semua
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Tampilkan lebih banyak

Alur & Latar

27
Semua
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Tampilkan lebih banyak

Tema

15
Semua
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Tampilkan lebih banyak

Cerita Pendek & Novel Munafik Realistis

Temukan kumpulan cerita pendek Munafik Realistis yang menarik dengan alur cerita yang memikat dan penceritaan yang imersif. Sempurna untuk pembaca yang mencari cerita pendek satu jam dan bacaan cepat yang imersif secara online.
Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku - Realistis novel & cerita
Gold
Sejak sudah bisa mengingat sesuatu, aku tahu kalau ibuku membenciku. Saat aku berusia tiga tahun, dia memberiku obat tidur. Di usia lima tahun, dia menyuruhku minum racun serangga. Tetapi aku tidak mudah mati. Dan ketika berusia tujuh tahun, aku belajar melawannya tanpa ada yang mengajariku. Kalau dia tidak memberiku makan, aku akan membalikkan meja makan agar semuanya juga tidak bisa makan. Kalau dia memukuliku dengan tongkat hingga terguling di lantai, aku akan memukuli anak laki-laki yang paling dia sayangi hingga wajahnya lebam. Aku sangat keras kepala dan terus melawan hingga usia dua belas tahun. Sampai ketika adik perempuanku yang paling kecil lahir. Dengan gerakan tangan yang canggung, aku mencoba mengganti celana anak kecil yang basah itu. Ibu langsung membantingku ke dinding dengan keras. Dia menatapku dengan jijik dan ketakutan. “Apa yang mau kamu lakukan pada anak perempuanku?” “Dasar anak tukang pemerkosa! Kenapa kamu tidak mati bersamanya saja?!” Saat itu juga, aku akhirnya mengerti mengapa dia tidak pernah mencintaiku. Aku menutup kepalaku yang berdarah dan untuk pertama kalinya tidak melawan saat dipukuli. Dan untuk pertama kalinya juga, aku merasa apa yang dia katakan itu benar. Keberadaanku adalah sebuah kesalahan. Aku seharusnya mati.
Mantan Yang Sempurna - Realistis novel & cerita
Deanda_D
Di malam sebelum pernikahan, istriku pulang dalam keadaan mabuk berat. Dia diantar pulang oleh mantannya dengan pakaian yang acak-acakan. Sambil setengah sadar, dia memanggil-manggil nama sang mantan, Dylan Wiguna. Dia berujar, "Dylan, aku menikah dengan dia cuma karena kamu suka wanita yang sudah menikah. Aku menikah dengannya cuma demi memenuhi keinginanmu. Hmph! Aku nggak mau pulang. Aku mohon, temani aku sekali lagi, ya?"
Anak Tak Terlihat, Anak Terlupakan - Realistis novel & cerita
Cravez
Saat Tahun Baru Imlek, kami pulang ke kampung halaman. Di jalan tol, adikku ribut minta ke toilet. Ibu mendesakku dan kakakku, "Rest area berikutnya masih jauh. Kalian sekalian saja, biar nanti nggak bolak-balik mau ke toilet lagi." "Cepat sedikit, jangan lama-lama!" Aku langsung lari ke sana, tetapi begitu keluar, aku melihat mobil yang familier itu sudah menyalakan lampu dan mulai jalan. Suhu di luar hampir di bawah nol, tetapi ayah dan ibuku malah meninggalkanku di rest area yang sepi. Aku buru-buru berlari mengejar sambil berteriak keras, "Ayah! Ibu!" Namun, mobil itu sudah berbelok dan menyatu dengan arus kendaraan, sampai akhirnya benar-benar tak terlihat lagi.
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun - Realistis novel & cerita
Autona
Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
Rupture Jantungku, Tapi Ibu Memilih Menyelamatkan Adikku - Realistis novel & cerita
Dreamers
Aku dan adikku mengalami kecelakaan mobil bersama. Aku mengalami rupture jantung dan harus segera dilakukan operasi darurat. Namun, Ibu yang merupakan direktur rumah sakit di sana justru memanggil semua dokter untuk ke kamar adikku demi melakukan pemeriksaan menyeluruh padanya yang sebenarnya hanya mengalami luka ringan. Aku memohon kepada ibu agar menyelamatkanku, tetapi Ibu malah menatapku dengan wajah penuh kekesalan dan membentakku, “Kamu cari perhatian seperti ini tidak bisa lihat waktu, ya? Kamu tahu, adikmu itu hampir patah tulang!” Pada akhirnya, aku mati di sudut rumah sakit tanpa seorang pun menyadarinya. Namun setelah kabar kematianku sampai ke telinganya, Ibu yang paling membenciku itu … justru menjadi gila.
Kesalahpahaman Kejutan Ulang Tahunku - Realistis novel & cerita
Jane Stanley
Ibu tanpa sengaja memasukkanku ke sebuah grup bernama "Keluarga Bahagia". Di dalam grup itu hanya ada tiga orang: Ayah, Ibu, dan seorang anak laki-laki asing dengan catatan nama "Sayang". Mereka sedang sangat sibuk merencanakan pesta ulang tahun untuknya, sementara besok adalah ulang tahunku yang sudah sepuluh tahun berturut-turut mereka lupakan. Ibu berkata. [ Lokasinya harus dibuat seperti dalam dongeng, biar dia jadi bangsawan muda yang sesungguhnya. ] Papa mengirim amplop merah besar. [ Uang bukan masalah. Jangan sampai kakakmu tahu, nanti dia jadi kesal. ] Aku diam-diam mengambil tangkapan layar, bersiap mencari kesempatan untuk benar-benar membuka semuanya. Saat itu, adik perempuanku yang selalu berprestasi tiba-tiba mengirim pesan pribadi kepadaku berisi sebuah tangkapan layar. Itu adalah rekaman percakapannya dengan Ibu. [ Bu, pesta ulang tahun kejutan untuk Kakak sudah kamu atur semuanya, 'kan? Kamu sudah janji sama aku, ini terakhir kalinya kita membohonginya. ]
Jangan Jadikan Aku Pilihan Lagi - Realistis novel & cerita
Betshi
Sebelum pesta ulang tahun dimulai, Anderson Zuvandy menayangkan layar ponselnya ke layar besar di ruang VIP. Dia membuat voting anonim di grup teman-teman mereka. Pertanyaannya …. [ Malam ini, seharusnya aku menemani pacarku memotong kue ulang tahun atau menemani teman masa kecilku menonton pemutaran perdana film? ] Hitung mundur selama 20 detik dimulai, sementara jumlah suara terus berubah. Pilihan teman masa kecil mendapat 17 suara, sedangkan pilihan pacar hanya mendapat satu suara. Semua orang mengira satu-satunya suara itu berasal dariku. Anderson bersandar di sofa. Dia tersenyum ketika melihat hasilnya. "Yang kalah jumlah harus mengalah kepada yang menang." Miranda Anggara segera menyelipkan tiket film ke telapak tangannya. "Semua orang juga merasa bahwa aku yang lebih membutuhkanmu." Aku mengenakan gaun favoritku, berdiri di depan kue ulang tahun yang bahkan belum dinyalakan lilinnya. Seseorang di ruang VIP bersiul. "Kak, jangan nggak menerima kekalahan, dong." Benar juga. Voting semacam ini sudah menjadi kebiasaan selama tiga tahun. Setelah bertengkar, mereka mengadakan voting untuk menentukan siapa yang harus meminta maaf lebih dulu. Bahkan saat mereka berkencan, teman-teman mereka mengadakan voting untuk menentukan siapa yang akan digandeng Anderson. Bahkan ketika aku bertanya apakah Anderson mencintaiku, dia juga melemparkan pertanyaan itu ke dalam grup. "Biar semua orang saja yang menilai." Dulu, aku mengira selama aku bisa menang sekali saja, dia akan dengan teguh berdiri di sisiku. Namun, aku tidak pernah menang sekalipun. Begitu pula dengan malam ini. Anderson bangkit dan mengambil jaketnya. Saat melewatiku, dia mengusap kepalaku sekilas. "Yang patuh, setelah aku pulang nanti, aku akan rayakan ulang tahunmu lagi." Aku menatap hasil voting di layar besar, lalu mematikan layar ponselku. Kemudian, aku mendorong pisau kue ke hadapannya. "Nggak perlu dirayakan lagi. Anderson, aku mundur dari permainan voting ini."
99 Kupon Maaf Putriku - Realistis novel & cerita
Wano
Johan Kurniawan tidak mencintaiku dan juga tidak mencintai putri kami. Dia hanya mencintai kekasih idamannya yang ada di dalam hatinya. Demi menjaga citranya di hati kekasih idamannya, dia hanya mengizinkan putri kami memanggilnya “Paman.” Sampai ketika kekasih idamannya hamil dan ke luar negeri untuk menikah, dia mabuk-mabukan, memutuskan kembali ke keluarganya. Setelah pulang ke rumah, putri kami memberinya 100 lembar kupon maaf. Aku memberi tahunya setelah 100 kupon habis digunakan, aku akan membawa putri kami meninggalkannya untuk selamanya. Dia memelukku dan putri kami dengan erat dalam pelukannya, bersumpah tidak akan pernah membuat kami bersedih lagi. Dalam lima tahun pernikahan rahasia, dia melakukannya dengan baik, tidak menggunakan satu lembar pun kupon maaf. Sampai kekasih idamannya kembali ke dalam negeri dengan putrinya. Setiap kali dia meninggalkanku dan putri kami demi kekasih idamannya dan putrinya, aku akan merobek satu lembar kupon maaf itu. Sampai kupon maaf itu... hanya sisa tiga lembar terakhir.
Kesempatan Kedua, Luka Terakhir - Realistis novel & cerita
Wardah Syahida
Seorang rekan kerja di kantorku hamil dan memintaku membantunya membelikan teh susu. Tapi dia lalu sakit perut dan keguguran setelah meminumnya. Dia terbaring menangis di rumah sakit, menuduhku sengaja menyakitinya. Aku diseret keluarganya dan dipukuli, lalu menuntut ganti rugi dua miliar. Aku lapor polisi dan bersiap mengajukan tuntutan hukum, tapi aku lebih dulu mati dilindas truk karena didorong ibu mertuanya.
Karier Magang Putri Presdir - Realistis novel & cerita
Shiza Mair
Hari pertama kerja, rekan kerja baru terus menyampaikan dia adalah Putri Presdir, membuatnya jadi pusat perhatian dan semua orang menjilatnya! Dan aku, difitnah mereka selingkuhan dari pria tua! Aku dengan kesel telepon ke Presdir. “Ayah, mereka bilang kamu pria tua, dan ada selingkuhan......”
Menjadi Tumbal demi Adikku - Realistis novel & cerita
Wanto
Di kota kecil tempat aku tinggal, ada satu aturan lama. Jika sebuah keluarga memiliki anak kembar, salah satunya harus dijadikan tumbal. Dia dikorbankan sebagai sasaran hukuman, agar saudara kembarnya belajar dari kesalahan dan keduanya bisa tumbuh dengan selamat. Aku lahir empat menit lebih dulu daripada adikku. Karena itu, akulah yang ditakdirkan menjadi tumbal. Suatu ketika, adikku diam-diam pergi berenang di sungai. Ibu sama sekali tidak memarahinya. Sebaliknya, dia menekan kepalaku ke dalam air berkali-kali. Baru setelah adikku ketakutan dan menangis sambil berteriak, "Aku nggak akan pergi ke sungai lagi!" Ibu melepaskan tangannya. Suatu hari, adikku lupa menekan tombol setelah memasukkan beras. Ketika Ibu pulang kerja, beras di dalamnya masih mentah. Ibu meletakkan dua mangkuk berisi beras mentah di hadapanku. "Habisin. Nggak boleh ada sisa sebutir pun." Beras mentah itu membuat mulutku berdarah setiap kali kukunyah. Namun, sepanjang waktu, Ibu justru mengamati ekspresi adikku. Baru setelah adikku menangis, dia tampak puas dan mengambil kembali mangkuk itu. Selama enam belas tahun, aku menjadi "tumbal" dalam keluarga ini. Sampai akhirnya, pada tahun itu, peringatan bencana topan dikeluarkan dan seluruh kota kecil kami harus mengungsi semalaman. Namun, adikku baru pulang menjelang dini hari setelah bermain gila-gilaan bersama teman-temannya. Tubuhnya basah kuyup, tetapi dia masih saja cengar-cengir.
Kematian Palsu Adikku - Realistis novel & cerita
Sarina Raisha
Ketika surat keterangan lulus universitas tiba, aku malah demam tinggi dan terbaring di tempat tidur. Adikku yang pergi mengambilkan surat itu untukku, malah mengalami penculikan di tengah jalan dan nasibnya tak diketahui, entah masih hidup atau sudah tiada. Orang tuaku memendam kebencian mendalam padaku. Mereka merobek suratku dan memaksaku berhenti sekolah, lalu menyuruhku bekerja di pabrik. Kemudian, aku juga diculik. Setelah berhasil melarikan diri dengan nyaris kehilangan nyawa, aku bersembunyi di sebuah pabrik tua sambil mengirim pesan meminta bantuan pada ayahku. Tak lama kemudian, ayah meneleponku dan langsung berteriak marah, “Sandra Joman! Dasar anak brengsek! Bisa-bisanya kamu bercanda seperti ini di hari kematian Valarie! “Kamu tahu nggak, betapa aku dan ibumu berharap yang meninggal waktu itu adalah kamu!” Detik-detik sebelum kematian, kata-kata hinaan mereka terus terngiang di telingaku. Tubuhku disiksa sampai tak berbentuk lagi, aku meninggal dengan tragis. Jasadku dibuang ke selokan busuk selama tiga hari. Bahkan, ayahku yang seorang ahli forensik senior pun tak bisa mengenali siapa diriku. Ketika adikku pulang bersama pacar yang kabur bersamanya dulu, ayah baru saja berhasil memulihkan wajahku melalui rekonstruksi teknologi. Mereka berlutut di depan jasadku yang telah membusuk, menangis hingga tak sadarkan diri.
Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan - Realistis novel & cerita
Aulita
Aku yang bekerja di unit rahasia ditugaskan oleh atasan untuk mengantarkan dokumen ke perusahaan kakak perempuanku. Begitu aku melangkah masuk ke kantornya, seorang pekerja magang menghalangi jalanku. "Kamu asisten baru itu?" Orang itu mengamatiku dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu akhirnya memfokuskan pandangannya pada dokumen di tanganku sebelum mencibir, "Kamu sudah mau jilat Bu Arabella di hari pertama kerja? Apa kamu bahkan nggak bercermin?" Pada saat ini, aku baru menyadari bahwa dia menganggapku sebagai saingan asmaranya. Namun, kakakku juga tidak pernah memberitahuku bahwa dia memiliki pacar. Sebelum aku bisa menjelaskan, sebuah tamparan keras sudah mendarat di wajahku. "Cuma aku yang boleh jadi asisten Bu Arabella! Jangan harap kamu bisa jadi pacarnya!" Dia menjambak rambutku dan menyiramkan teh panas ke wajahku. "Kamu masih begitu muda, tapi malah mau hidup dengan andalkan perempuan dan merayu wanita kaya? Hari ini, aku akan gantikan orang tuamu beri kamu pelajaran!" Aku meringkuk di lantai dan masih mati-matian melindungi map dokumen dengan tubuhku. Tindakan itu benar-benar membuatnya marah. Dia merebut map itu dan merobeknya hingga hancur di depan seluruh karyawan perusahaan. Dia bahkan dengan tidak malunya berkata kepada kakakku, "Bu Arabella, asisten barumu cukup bernyali dan mencoba merayumu. Tapi jangan khawatir, aku sudah beri dia pelajaran."
Suami Memaksaku Mengakui Kembar Tiga yang Bukan Anakku! - Realistis novel & cerita
Biru
Suamiku membawa pulang anak kembar tiga dan bersikeras menyebut mereka sebagai anak kandungku. Aku bergegas melakukan tes DNA di malam itu juga untuk membuktikan bahwa ketiga anak tersebut tidak memiliki hubungan darah denganku dan suamiku. Suamiku berulang kali menamparku, menyebutku jalang, lalu memaksaku untuk bercerai dan pergi tanpa membawa apa pun. Aku sangat marah dan mengadu kepada sahabatku. Ketika sahabatku melihat ketiga anak tersebut, dia mengambil pisau buah dari meja dan menggores wajahku. "Kalau kamu berani bilang mereka bukan anakmu lagi, pisau ini akan menyayat lehermu lain kali!" Hatiku terasa sangat pedih. Aku membeli tiket dan langsung pulang ke kampung halamanku di malam itu juga. Aku menangis dan mengeluh kepada orang tuaku. Selesai mendengarkan, orang tuaku mengambil cangkul dan memukulku sampai mati. Sampai ajal menjemput, aku masih tidak mengerti mengapa semua orang memaksaku untuk mengakui ketiga anak yang tidak diketahui asal-usulnya itu. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana suamiku membawa pulang ketiga anak itu.
Penyesalan Setelah Diriku Tiada - Realistis novel & cerita
Liora
Aku didiagnosis menderita lupus eritematosus sistemik stadium berat dan akan meninggal tiga hari lagi. Setelah 188 kali telepon permintaan tolongku ditolak suamiku, aku membawa hasil pemeriksaan dan melangkah masuk ke kantor pelayanan perawatan akhir hayat. “Halo, tolong bantu jadwalkan proses kremasiku dan ajukan juga bantuan subsidi dari pemerintah.” Sepuluh menit kemudian, mereka datang. Belum sempat aku bicara, suamiku yang seorang pengacara langsung menamparku tanpa ekspresi. “Demi merebut perhatian dari Penny, kamu pura-pura sakit parah?” Kakakku yang seorang dokter merebut hasil pemeriksaanku, lalu membuka dan menatapku, sambil mencibir, “Lupus? Kalau mau pura-pura sakit, setidaknya yang masuk akal. Penyakit seperti ini hanya diderita satu dari sejuta orang.” Aku menahan rasa sakit di tubuhku, lalu kembali ke meja petugas dan menyerahkan formulir, serta hasil medis lagi. Melihat ruam berbentuk kupu-kupu di pergelangan tanganku, petugas itu tampak iba. “Aku sudah nggak punya keluarga lagi.” “Aku ingin mendaftar layanan kremasi tiga hari lagi, lokasinya bebas. Aku hanya berharap kematianku nggak menjadi beban bagi siapapun.”
Selamat Tinggal Dunia Terkutuk! - Realistis novel & cerita
Susan
Untuk memberi pelajaran padaku, orang tuaku memalsukan tes DNA dan mengklaim bahwa aku bukanlah anak kandung mereka. Kakakku mengabaikan permohonanku dan bersikeras mengirimku ke rumah sakit jiwa. "Dasar pembawa sial, kenapa kau nggak mati saja?" Dan tunanganku tercinta, bukan hanya mengawasi dengan dingin, tetapi juga memanfaatkan koneksinya agar aku menderita dan menanggung berbagai siksaan di sana. Lima tahun telah berlalu, dan akhirnya aku berubah menjadi penurut. Tapi, mengapa mereka justru ingin aku kembali menjadi tuan muda yang arogan dan angkuh seperti dulu?
Anak Orang Kaya yang Hidup Miskin - Realistis novel & cerita
Hedgehog
Sehari sebelum tahun baru, demi tiga kali upah lembur, kedua orangtuaku meninggalkan aku sendirian di rumah. Aku pikir selama dua puluh tahun ini, mereka selalu begitu. Jadi tahun ini, aku tidak ingin kesepian melewati tahun baru seorang diri. Akhirnya aku membawa Siomay pergi mencari mereka. Namun aku tidak pernah menyangka, kedua orang tuaku yang sering bilang mencari nafkah untuk menghasilkan lebih banyak uang, justru aku memergoki mereka turun dari mobil mewah. Mereka merangkul seorang anak lelaki yang tampak seumuran denganku, masuk ke hotel bintang lima sambil bersenda gurau. “Ayah, Ibu, kalian meninggalkan Nia seorang diri di rumah, nggak masalah? Ibuku berkata dengan datar, “Nggak apa-apa, dia sudah terbiasa kok.” Ayahku berkata dengan acuh tak acuh, “Dia nggak bisa dibandingkan denganmu, kamu adalah buah hati kami.” Aku pun berbalik dan pergi. Mereka pura-pura miskin, untuk menipuku. Kali ini, aku juga tidak berharap ditemani mereka.
Kehidupan Penuh Kepahitan, Berakhir di Tempat Jauh - Realistis novel & cerita
Yandi
Ketika orang tuaku bercerai, mereka sepakat agar aku dan adik perempuanku masing-masing tinggal bersama mereka dan diasuh secara bergantian setiap tahun. Namun setiap tahun, selama jadwal pergantian asuh anak sebelum tahun ajaran baru dimulai di bulan Juli, mereka selalu berdebat demi adikku. "Louris, ikut Ibu jalan-jalan pas liburan nanti ya?" Ayahku mengerutkan kening. "Aku yang mengasuh Louris tahun ini, jadi kamu nggak boleh ikut campur." Ibuku mendengus dingin. "Tahun lalu aku menitipkannya padamu selama 17 hari karena ada perjalanan bisnis. Aku mau menebusnya kembali!" "Siapa bilang 17 hari penuh? Jelas-jelas hanya 16 hari dan 8 jam." Adikku menghela napas pelan. "Hais, seandainya aku bisa bagi diriku menjadi dua." Setelah berdebat cukup lama, ibu dan ayahku akhirnya saling mengalah. Selama liburan nanti, mereka berdua akan membawa adikku ke Pulau Laputa." "Terus, bagaimana dengan Kakak?" tanya adikku dengan penasaran. Ayahku memalingkan wajahnya. "Toh, tahun ini bukan giliranku mengasuh kakakmu." Ibuku, yang tidak menatapku sejak masuk ke ruangan, akhirnya menatapku. "Aku bakal sibuk dengan pekerjaan tahun ini, dan nggak ingin mengasuh anak. Kamu tinggal di rumah kakek dan nenekmu saja."
Selingkuhannya Hamil - Realistis novel & cerita
Atonim
Pada hari aku ketahuan bukanlah putri asli dari sebuah keluarga yang kaya raya, si anak asli menyerbu ke dalam rumah dan menusuk perutku beberapa kali hingga pada akhirnya aku tidak bisa memiliki anak sendiri. Tunanganku sangat marah, begitu pula dengan orang tuaku. Mereka dengan tegas menyatakan tidak akan mengakui anak itu sebagai putri kandung mereka. Untuk menghiburku, tunanganku melamarku secepatnya. Orang tuaku juga menulis surat pernyataan pemutusan hubungan keluarga supaya aku bisa segera sembuh dari cederaku. Kemudian, mereka mengatakan bahwa putri yang tidak mereka akui itu melarikan diri ke luar negeri dan menerima karma dengan dijual ke Myano Utara. Aku percaya pada informasi itu. Enam tahun setelah aku menikah, aku justru melihat putri yang tidak diakui dan seharusnya sedang hidup menderita di Myano Utara itu. Dia sedang bersandar di pelukan suamiku dengan perutnya yang membuncit sambil mendesah. "Kalau saja enam tahun lalu aku nggak marah dan melakukan kesalahan seperti itu, kamu juga nggak perlu menikahi Sisilia." "Untung saja kamu dan orang tuaku memihak padaku. Kalau nggak, aku pasti sudah dipenjara gara-gara si pembohong itu. Dia pasti nggak menyangka aku selama ini hidup di bawah radarnya dan sedang mengandung anakmu." "Begitu anak ini lahir, kamu tinggal cari alasan untuk mengadopsinya dan jadikan putri palsu itu menjadi pengasuh buatku selamanya." "Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini, Anton." Sorot tatapan penuh kasih sayang dari putri yang seharusnya tidak diakui itu membuat tunanganku, Anton Raksa, tersipu. "Jangan bilang begitu. Hanya dengan aku menikahinya, kamu baru bisa menjalani hidup tanpa rasa bersalah." "Asalkan kamu senang, semua yang kulakukan itu sepadan." Ternyata suami yang kukira benar-benar mencintaiku itu membohongiku selama ini. Orang tuaku juga membohongiku demi melindungi putri kandung mereka. Baiklah, aku tidak menginginkan mereka lagi!
Gapai Mimpi di Usia Senja - Realistis novel & cerita
Jihan Umnia
Hari itu adalah perayaan ulang tahun Ryan ke-70 tahun. Aku baru pulang dari stasiun kereta api di tengah hujan lebat. Sesampainya di depan pintu rumah, aku menemukan pintu rumah terkunci. Ketika mendengar suaraku, tetangga seberang rumah berkata dengan ekspresi bingung, "Tante Elita, kenapa Tante pulang? Om Ryan hari ini menikah, dia dan istrinya sekarang masih menginap di hotel!" Aku tertegun. 'Menikah?' Aku cerai dengan Ryan sebulan lalu. Namun, Ryan memberitahuku bahwa sahamnya rugi banyak dan memiliki utang. Agar tidak memengaruhiku, dia menceraikanku tanpa pisah rumah. Dengan dalih menghindari penagih utang, putraku mengantarku ke rumah lama dan memintaku tinggal di sana selama satu bulan. Ternyata sekarang Ryan sudah menikah lagi?
Sebelumnya
12
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status