Soda
Tepat sebelum pergantian kekuasaan sindikat mafia, aku kembali ke Kota Kertamaya setelah menghabiskan satu tahun di Benua Arkapura untuk mempelajari desain perhiasan.
Namun, pada malam sebelum upacara penyerahan kekuasaan, pria yang diam-diam kupacari selama tiga tahun, yang baru saja diangkat menjadi orang nomor dua di Keluarga Rajendra, mengirimiku sebuah pesan: [Maaf, Sekar. Aku kalah dalam permainan kartu, dan aku mempertaruhkanmu. Mulai sekarang, kamu jadi miliknya.]
Belum sempat aku mencerna pesan itu, namaku sudah muncul dalam sebuah forum rahasia milik Keluarga Rajendra.
Unggahan teratas di forum itu langsung ramai dibicarakan: [Bos Mafia Menang Taruhan, dan Hadiahnya Cewek Gemuk!]
Di bagian paling atas, terpampang foto lamaku beberapa tahun lalu, saat berat badanku masih mencapai delapan puluh dua kilogram.
Komentar-komentar di bawahnya langsung dipenuhi ejekan:
[Kalau Tuan tahu wujud asli hadiah yang dia menangkan, dijamin dia pasti menyesal sudah ikut taruhan.]
[Aku taruhan 16 juta bahwa cewek itu akan tetap berada di rumah. Siapa yang mau ikut taruhan?]
Mereka semua yakin aku tidak akan datang.
Bagaimanapun, semua orang mengenalku sebagai gadis gemuk yang buruk rupa.
Sekar yang dulu mungkin sudah mengurung diri di kamar sambil menangis, membiarkan kekasihnya memperlakukannya sesuka hati.
Namun, setelah setahun aku pergi, dia sama sekali tidak tahu kejutan apa yang sudah aku siapkan. Berat badanku sudah turun dari delapan puluh dua kilogram menjadi empat puluh delapan kilogram. Kini, tubuhku ramping dengan lekuk yang sempurna.
Bahkan, beberapa pencari bakat model pernah menghentikanku di jalan untuk menawariku kesempatan berjalan di panggung peragaan busana kelas dunia.
Tanpa ragu, kupasang taruhan sebesar 800 juta bahwa aku akan datang tepat waktu, lalu mengirimkan balasan singkat.
[Baiklah. Aku akan ikut permainan kecil kalian.]