Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelangkah Tanpa Syarat

Pelangkah Tanpa Syarat

tanyaku sambil memperhatikan langkahku agar tidak terjatuh juga. “Sa—eum ... A—Samrchandra—“ “Siapa?” “A—eum ....A—samar—chandra ... itu—“ “Ah, kamu nggak usah ngomong kalau nggak bisa, nggak jelas juga kamu ngomong apa!” Ismawati mengangguk lagi, ia tidak bicara setelah itu. “Ayo! Kita pulang ke rumahmu sekarang!”
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai 1 langkah
Baca
+Pustaka
SUAMIKU MATI DI TANGANKU

SUAMIKU MATI DI TANGANKU

Satu langkah ... dua langkah ... kuhitung, sekitar 5 langkah lagi, aku akan semakin dekat dengan linggis itu. Namun, harapanku pupus. Tak ada cara untuk lepas dari bekapan Jarwo. Lengan kekarnya melingkar kuat di leherku. Linggis yang tersandar di pohon terlewati begitu saja.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai 1 langkah
Baca
+Pustaka
MELAHIRKAN LEWAT MULUT

MELAHIRKAN LEWAT MULUT

Srraakkkkk Ssrraaakkkk Suara langkah berat mendekat, reflek Bu Mala langsung mencari tempat bersembunyi dan masuk ke antara celah antara sebuah pohon besar yang mempunyai banyak akar besar. Akar akarnya yang mencuat keluar cukup besar untuk menyembunyikan tubuhnya. "Tooolooonggggg!" suara yang mirip seperti suara Marni tadi terdengar kembali, kali ini lebih dekat dan Bu Mala yakin jika memang ada yang tengah menuju kemari.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai 1 langkah
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

Ia lalu berjalan mendekat dan menekan sebuah tombol yang melayang di samping pintu tersebut. Klik! [Silahkan masukkan kata sandi anda.] Ia memajukan wajahnya untuk mendekati tombol tersebut dan membisikkan sebuah kalimat. Ding! [Pengguna terkonfirmasi!] [Melakukan pemindahan dalam 5… 4… 3… 2… 1…!]
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai 1 langkah
Baca
+Pustaka
Janu: Tahap Awal

Janu: Tahap Awal

"Iya kak. Tadi waktu aku dapat satu kitab, aku lihat kakak di lantai empat masih sibuk berkeliling. Jadi aku memutuskan untuk turun sendiri ke lantai tiga." "Wah tidak setia kawan kau." "Hehehe... Habisnya kak Janu lama memilih kitabnya." "Oh iya, bagaimana kitab meditasi yang kamu ambil? Baguskah?" Tanya Janu penasaran. "Ini kak, untuk meditasi aku memilih kitab sungai lembah berangin. Lalu... Untuk pergerakan aku mengambil kitab teknik langkah aliran air. Terakhir, untuk jurus penyerangan aku mengambil kitab tongkat pemecah halimun."
9.135.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 927 kali sebagai 1 langkah
Baca
+Pustaka
Selangkah Berjejak

Selangkah Berjejak

Akhirnya ia urungkan, dan mencoba melihat sendiri suara langkah kaki itu. Di balik pohon besar yang terletak sepuluh langkah dari tempat duduk Sena. Ia melihat banyak laki-laki sedang berjalan ke arahnya. Ia tidak dapat melihat semua wajah mereka. Namun ia mampu melihat seseorang yang berjalan paling depan di antara mereka.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai 1 langkah
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Naga

Pendekar Pedang Naga

“Kau akan menapaki jalur ini seribu langkah... tanpa mengatur napas lebih dari satu tarikan.” Kael memutar kepala. “Satu tarikan... untuk seribu langkah? Itu tidak mungkin.” “Tepat,” jawab Kakek Ling dengan tenang. “Itulah kenapa hanya sedikit yang bisa menyelesaikannya.” Kael memandang jalur itu, panjang dan penuh rintangan. “Dan kalau aku gagal?” “Kau ulangi dari awal.” Kael menarik napas panjang, lalu mengangguk.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai 1 langkah
Baca
+Pustaka
JANGAN PAKSA AKU MENIKAH, AKU MASIH MUDA

JANGAN PAKSA AKU MENIKAH, AKU MASIH MUDA

Tongkat kanan maju, kaki kanan mengikuti. Dua langkah. Tongkat kiri maju, kaki kiri gemetar tapi tetap melangkah. Tiga langkah. Empat. Lima. Sepuluh langkah. Dari teras hingga ke taman kecil di depan rumah. Laut menggandeng tangannya erat. "Bunda hebat! Bunda bisa jalan!" Shinta berhenti. Napasnya tersengal. Keringat membasahi punggung. Tapi ia tersenyum. Senyum paling lebar dalam tiga tahun.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai 1 langkah
Baca
+Pustaka
Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

"Mati dalam tujuh langkah?" Di sebelah Ryan, Nina menarik lengan jasnya pelan, jari-jarinya menggenggam kain dengan tekanan yang menunjukkan dia tidak sepenuhnya yakin ini ide yang baik. "Hei, jangan bicara sembarangan..." "Baik." Trevor menarik napas panjang dengan gerakan teatrikal yang menunjukkan dia menikmati setiap detik dari momen ini. "Aku buktikan sekarang. Saksikan langkah pertama."
1052.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai 1 langkah
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
ARYA_RELOAD
aneh cerita lelang nya masa iya si Rian nawar barang 4 00M sampai 1,6 triliun dia sendiri yg naikin wkwkwk normal nya kan harus nya ada lawan yg naikin harga baru Riyan lawan naikin harga, lah ini Riyan sendiri yg naikin harga kan koplak wkwkwkwk
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status