KELAMBU MERAH JAMBU
Kenzy nggak memutar musik-musik teman pesta minumannya.
Sejenak, aku berhenti di depan pintu dapur dan melangkah masuk secara perlahan-lahan. Dengan perasaan yang terapung-apung di derasnya arus sungai, merayapi inci demi inci semua isinya. Satu set meja makan. Oven, penggorengan, deskwasher, bak cuci piring, rak piring basah dan kering, mesin panggiling kopi, lemari pendingin dan dua lemari persediaan. Dari sana aku menyeret pandangan hingga sampai ke sudut yang lain, tempat keranjang buah dan toples camilan. Keranjang buahnya penuh dengan anggur hijau dan apel merah, kiriman dari Om Dirga tadi siang.
"My kitchen …!" gumamku, "I am so sorry …!"
Hot Chapters