Partner In Crime
tanyaku, Nathan menatapku dengan pandangan seriusnya.
“Hanya 10 orang, itu pun mereka bersikeras meminta untuk dibunh di tempat,” balas Nathan.
“Begitu, yah.”
Kupandang wajah Sutan dari ketinggian, posisi kami memang berbeda. Aku berdiri di depan pintu rumahnya dan ia berlutut di atas halaman depan, kami terpisahkan antara undakan tangga yang cukup tinggi, sehingga tatkala aku memandangnya, Sutan harus menengadahkan kepalanya membalas tatapanku.