Genap 100 kali
Panggilan telepon diputus, perawat tidak berkata apa pun, hanya diam-diam langsung keluar.
Saat suara pintu tertutup terdengar, harga diriku runtuh sepenuhnya.
Aku baru sadar, yang paling membuat sedih bukanlah luka dari orang terkasih.
Tapi tatapan iba dari orang lain yang melihat kita tersakiti oleh orang terkasih.
Aku memejamkan mata, berusaha menarik diri dari kubangan kenangan.
“Iya.”
Dion mengangkat alisnya, lalu lanjut bicara, “Setelah bercerai, menetaplah dengan tenang di rumah sambil menjaga kandungan. Kalau tidak ada hal penting, jangan mencariku.”
Hot Chapters