Suamiku Jadul
Aku sekarang memang sudah mulai ngerti bahasa Batak, biarpun rasanya lidah ini sulit untuk berbicara Batak, akan tetapi aku sudah paham hampir semua.
"Salah, Dek,"
"Kok salah lagi, pasti nangka,"
"Salah,"
"Terus apa lagi?
"Mamak si Ucok digantung,"
"Ish, Abang," kataku seraya menimpuk kepalanya pakai bantal. Dia justru tertawa.
"Ada lagi, Dek, jatuh bom, naik bendera, apa itu coba?"
"Apa ya, tunggu kupikir dulu," kataku seraya memegang kepala.
Hot Chapters