Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
2'20

2'20

gumam wanita itu membuat para tetua tersebut mengikuti arah tatapan Kendari, menuju utara. Di langit malam yang birunya sudah nyaris segelap hitam itu kini menampilkan kilat cahaya merah. Cahaya itu mirip dengan cahaya bintang jatuh, namun Kendari tahu pasti bahwa itu bukanlah cahaya biasa. Dirga benar ... mereka mempersiapkan semuanya tepat pada jam satu dini hari. “Sekarang, tanggal 20 Februari 2020.” Kendari menatap langit gelap itu tanpa bisa memasang senyuman.
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 252 Times as 24 6
Read
+Library
23.14

23.14

Gue dikacangin! Ana|| berisik anjir, lo!!! Jidat|| 2-in Edan|| 3-4-5-6 Anta|| PS kuy! Rumah gue! Kafi|| .... Jidat|| KUY!!! Ana|| IKUT!!!!! Egas|| @Ana Udah malem. Ana|| emang malem. Siapa bilang siang? Alfi|| ACIEEEEEE Edan|| ACIEEEEEE 2 Saat melihat Kafi, Anta, dan Zidan sedang mengetik. Ana dengan cepat mengetikkan sesuatu dan mengirimnya
106.8K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as 24 6
Read
+Library
06.06

06.06

"Waalaikumussalam, masuk." Cea menggunakan hoodie oversize berwarna baby pink dan celana pendek berwarna hitam, rambutnya ia cepol dua membuat dirinya terlihat seperti anak taman kanak-kanak yang baru mandi. Wangi bayi begitu mendominasinya, ia tidak memakai make up hanya mengoleskan sedikit lipbalm berwarna merah muda di atas bibir cherrynya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as 24 6
Read
+Library
09.06

09.06

Walapun usianya yang belum cukup untuk lahir ke dunia ini. Di sisi lain. Tepat tanggal 9 Juni 2006. Seseorang yang seharusnya di panggil Ibu oleh anak pertamanya. Anak yang sejak lama ia nanti, ini terpejam dengan damai. Senyuman di bibir pucat pasi itu tidak hilang sedikitpun. Meninggalkan semua orang yang amat menyayanginya, dengan sangat bahagia. "Nggak, ini nggak mungkin. Widya nggak mungkin ninggalin aku. Dia udah janji sama aku untuk rawat anak itu bersama-sama."
2.5K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as 24 6
Read
+Library
Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir

Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir

Tanpa berpikir lama, Noah menjawab mantap: “24 dan 52. Polanya ada dua. Angka pertama, ketiga, kelima (6, 12, 18) bertambah enam. Angka kedua, keempat, keenam (13, 26, 39) bertambah tiga belas. Jadi angka berikutnya 18 + 6 = 24, dan 39 + 13 = 52.” Jawaban itu meluncur begitu cepat, seolah tanpa usaha.
9.66.1M viewsCompletedAdded to Library 175.5K Times as 24 6
Show Reviews (257)
Read
+Library
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Empat Lapan
bagus&suka bngt ceritanya.. terima kasih Thor sehat selalu agar selalu sediakan cerita" yng bagus... Oya thor boleh dong sekali-kali sediakan beberapa bab tentang keluarga Nathan & Eliza (Noah, twins) kumpul barang..bercanda, tertawa, manja".. kangen bnget soalnya sama mereka
Read All Reviews
Wait At 24

Wait At 24

Tanyanya singkat " 24" Aku jawab sesuai dengan apa yang ada di otakku, meskipun aku belum yakin mengenai hal itu. "Oke, setelah kita 24 tahun, kalau kamu single dan aku single. Kita nikah." Ucapnya singkat tanpa berpikir panjang. "Hmm?" Aku heran dan tidak menyangka Riki akan meresponnya seyakin itu. Dia belum paham benar bagaimana "menikah" yang sebenarnya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as 24 6
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status