Nightmare
“Gue bukan maksa, Sar. Gue cuma mau dia jujur sama dirinya sendiri. Gue tahu dia ga mau berhenti. Jauh di lubuk hatinya gue tahu dia ga mau berhenti dan nyerah gitu aja.”
“Emang lo siapanya sampai bisa ngomong gitu?”
“Gue sahabatan sama dia dari kecil, gue tahu semua hal tentang dia”
“Tahu segala hal tentang dia, ya? Bahkan pasangan suami istri aja bisa kaget sama kelakuan satu sama lain ketika tinggal satu atap. Apalagi kalian berdua, belum pernah tinggal bareng, cuma atas dasar persahabatan selama beberapa tahun. Hati manusia nggak pernah ada yang tahu, Sat. Lo ga usah sok tahu soal perasaan orang lain.” Nada pedas dan pernyataan sarkas itu keluar begitu saja dari mulut Sarah. Aku yang men
Hot Chapters