Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Memories in High School

Memories in High School

Berulang kali Liya dan Gema mengucapkan kata terima kasih kepada Rey dan sahabat-sahabatnya. "Makasih banyak, Rey! Gue janji bakal jadi anggota yang setia!" Kemudian, Gema berdiri tegak dan menaruh tangannya di pinggir kening. Seperti orang sedang menghormat. "Sama-sama," jawab Rey singkat. "Ya udah, sekarang kita ke markas yuk? Om Pasha sama Tante Ira udah sampai di sana. Katanya ada geng Alastar juga di sana," ajak Clay.
4.3K viewsOngoingAdded to Library 166 Times as a walking to remember
Read
+Library
Memoar Rasa

Memoar Rasa

"Eh iya juga sih hehehe. Ya aku cuman mau ngingetin aja sih, siapa tau kan lupa hehehe." "Gak kok mas, aku gak mungkin lupa. Lagian aku juga pengen spend my time only with you hehehe." "Bisa aja sih kamu ini bikin melelehnya. Tahu gak? Aku udah meleleh kaya es batu yang di taruh di tengah gurun sahara." "Ya ampun..." "Hahaha."
2.1K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as a walking to remember
Read
+Library
Mémoire

Mémoire

Semua orang ingin sekali tidak percaya tapi melihat Liam yang berdiri dan tersenyum ke arah mereka itu berita yang sangat baik, belum lagi mereka bersyukur para pengacau sudah ditangani oleh polisi. "Lalu? Kenapa dia tak mengenaliku?" Sèanne berkata lirih, hampir tak terdengar. Kayla menghela napasnya berat. Dia cepat-cepat menatap Sèanne, sorot iba tak dapat lagi disembunyikan dari kedua manik matanya yang bening. "Dia kehilangan sebagian ingatannya, dia hanya mengingat kejadian saat aku hampir mendapat musibah. Selebihnya dia tak bisa mengingat apa-apa lagi. Aku sudah mencoba segala cara agar dia mengingatnya, tapi itu justru membuatnya stres dan hampir celaka."
102.4K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as a walking to remember
Read
+Library
Mencintai Memori Terkelam

Mencintai Memori Terkelam

Hari ini orang-orang banyak yang memilih untuk berjalan kaki entah untuk sekedar berjalan-jalan menghabiskan waktu luang, bekerja atau kegiatan lainnya yang membuat jalan setapak lebih ramai dari sebelumnya. Seika sedikit menundukkan wajahnya ketika berjalan, ia tidak ingin membuat harinya menjadi buruk karena memori masa lalu yang bukan miliknya memaksa masuk ke dalam kepalanya. Beberapa kali ia bertabrakan dengan orang yang melewatinya, mereka menatap kesal Seika yang meminta maaf sambil menundukkan pandangannya. Terlihat tidak sopan dimata mereka, orang-orang itu mencibir pelan lalu meneruskan jalannya.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as a walking to remember
Read
+Library
The Memories (BAHASA)

The Memories (BAHASA)

*** Icha’s Current POV Icha tidak tahu berapa lama dia pingsan, saat dia terbangun, hari sudah sore dan dia berada di kamarnya sendiri. Kekagetannya tidak berhenti sampai di situ, di samping ranjangnya sudah ada baki makanan yang masih tertutup, dengan memo di atasnya. Get well soon! Don't stress too much, and eat your meal properly. You're allowed to skip the class until you're fully recovered.
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 335 Times as a walking to remember
Read
+Library
Lenyap Bersama Kenangan

Lenyap Bersama Kenangan

Aku menarik napas dalam-dalam, memaksa diri untuk tersenyum dan melangkah pelan ke arah Ridho. Setiap langkah terasa menyakitkan seperti menginjak ujung pisau. Kenangan dari kehidupan lalu silih berganti muncul di depanku, saat Ridho mendorongku menjauh dari tabrakan mobil, saat melihat catatan hariannya yang penuh dengan kerinduan pada Yolanda dan nama yang dia gumamkan tanpa sadar dalam tidurnya …. “Ridho,” panggilku pelan dengan suara lirih.
13.9K viewsCompletedAdded to Library 458 Times as a walking to remember
Read
+Library
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

"Be!" Sekali Diva mendengarnya. Kali ini terdengar lebih dekat, seolah orang itu berada di sebelahnya. Namun, tidak ada siapa-siapa yang berhenti selain dirinya. Jalan ini sangat ramai, selain dilewati kendaraan, trotoar jalan juga dipadati para pejalan kaki yang berlalu-lalang. Diva yakin tak ada seorang pun dari para pejalan kaki yang mengenalnya. Buktinya tidak ada seorang pun yang berhenti atau menyapanya. Mereka terus berjalan tanpa menoleh ke arahnya. "Be!"
105.9K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as a walking to remember
Read
+Library
Gadis Tanpa  Ingatan

Gadis Tanpa Ingatan

“Maka kita tidak boleh ragu sedikit pun. Kau punya aku. Kau punya Lusi. Dan kau punya orang-orang yang masih ingat siapa dirimu sebenarnya. Itu kekuatan yang tidak akan pernah Nadine miliki.” Bu Mirah mengusap pundak Raina. “Jangan takut, Nak. Kenangan tidak bisa dimusnahkan. Selama ada yang mengingatmu, kau tetap Amara.” Raina mengangguk pelan, namun di hatinya ia tahu pertarungan baru saja dimulai. Nadine tidak akan berhenti. Dan ia pun tidak boleh goyah. Malam itu, saat kembali ke rumah besar, Raina menulis lagi di bukunya:
10991 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as a walking to remember
Read
+Library
Our Sweet Memory

Our Sweet Memory

Ia hampiri sang papi yang masih melamun memikirkan banyak hal. "Papi, kenapa bengong? Ayo!" Ucap Keira yang terlihat sangat bahagia. Keira mengulurkan tangan. Mereka jalan bergandengan. Keira di apit oleh Kenan dan Meira walau ada di badan Anne. Ini mimpi nya dari kecil. Berjalan bersama mami dan papi. Kejadian langka yang belum tentu Keira dapatkan lagi. Kesempatan berharga yang entah kalau bukan karena kebaikan hati aunty Anne, Keira tidak akan merasa sebahagia itu. Makin dalam mereka berjalan, Kenan menyadari sesuatu. Sampai langkah nya berhenti. "Taman ini...."
2.6K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as a walking to remember
Read
+Library
Remember When

Remember When

Lima tahun lalu … Perpustakaan kampus tampak sepi pengunjung hari ini. Cuaca di luar yang terlihat mendung sehingga membuat siapapun malas dan memutuskan betah di kosan masing-masing. Namun tidak berlaku dengan mahasiswa tahun akhir seperti Olivia. Hari itu bertepatan dengan hari terakhir perpustakaan dibuka karena musim liburan tiba. Olivia harus bergegas mengambil buku referensi yang akan ia gunakan untuk tambahan materi penelitiannya kelak. Buku yang dipinjam Olivia terbilang cukup banyak peminatnya, untuk itu Olivia sengaja menitipkannya ke salah seorang teman dan rencananya akan ia ambil setelah perpustakaan ini tutup. Olivia meregangkan punggungnya yang lelah. Sedari pagi hingga petang
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 469 Times as a walking to remember
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status