NAJENDRA
Najendra tidak dapat menahannya lebih lama, dia kemudian terjatuh berbaring di atas jalanan.
Terlihat jelas raut wajah Najendra yang sedang menahan sakit dan kebingungan. Abimanyu cukup puas hanya dengan melihat ekspresi itu.
“Kau kesulitan mengikuti gerakanku. Kau tidak ada bedanya dengan temanmu,” kata Abimanyu.
Luka dari setiap dampak serangan Abimanyu tidak pulih, darahnya terus mengalir.
“Kau mungkin punya dua ajian sakti, satunya api lalu kekebalan, tapi itu semua percuma saja jika kau bertemu dengan seseorang yang lebih sakti darimu.”
Hot Chapters