Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mahligai Abu dan Berlian

Mahligai Abu dan Berlian

Ayu dan Bima di tengah, duduk di kursi. “Senyum yang tulus ya!” lampu kilap menyala. “Jangan yang kaku!” Mereka semua tersenyum secara spontan. Sebuah keluarga yang utuh dan bahagia. Sebuah mahligai cinta yang kokoh berdiri. “Mahligai Abu telah runtuh bertahun lalu,” bisik Ayu pada diri sendiri. Matanya memandangi keluarga besarnya. “Tapi dari puing-puingnya...” napasnya terengah penuh syukur.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai abu faiz
Baca
+Pustaka
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

tukasku cepat. “Gua lebih suka Centong. Udah, tuh barang-barangnya, buruan pakai!” Dia menyarankan. Namanya Ahmad. Dia lelaki bertubuh kecil, tapi pemberani. Tingginya tak lebih dari pundakku. Bisa dibayangkan, kan jika aku yang pendek ini masih ada yang lebih pendek.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai abu faiz
Baca
+Pustaka
Firdaus

Firdaus

goda si pria kedua sambil merogoh sesuatu dari belakang celana jeans-nya. "Makasih." ujar Afifah ketus lalu mengayunkan botol logam tersebut ke arah kepala si pria kedua. Tentu saja si pria dengan sigap mengangkat tangannya, karena ayunan tersebut juga hanya pengecoh, agar tangan si pria terangkat. Setelah itu Afifah menghantam bagian kemaluan si preman sekuat tenaga. BUGH! Preman itu jatuh berlutut.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai abu faiz
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

Meski dia tahu Cahyo tidak menginginkannya, setidaknya mengabdikan dirinya seumur hidup tidaklah rugi. “Bagus. Kita sarapan sekarang, jangan membuat kesalahan sedikit pun.” Cahyo keluar lebih dulu dan kemudian di susul oleh Yuni. “Selamat pagi, Ma, Pa.” sapa Cahyo setelah sampai di meja makan. “Apa kau akan bekerja hari ini?
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai abu faiz
Baca
+Pustaka
Ditalak Usai Akad

Ditalak Usai Akad

tanya Ela untuk kedua kalinya. “Perkenalkan, saya Faiq, tepatnya Faiq Ayyuby, anak asuh Abi Hisyam.” “Anak asuh? Bukan anak kandung Abi,” tuduh Ela tak beralasan dengan raut wajah datar. Faiq tersenyum samar mendengar tuduhan Ela. “Tentu saja bukan, Abi Hisyam banyak berjasa pada saya. Mana berani saya mengaku anak kandung lelaki baik hati dan tulus seperti Abi.”
6.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai abu faiz
Baca
+Pustaka
Poor Fatma

Poor Fatma

Takdir bertemu denganku. “Aku punya seorang anak lelaki, Fatma. Usianya lima tahun, baru dua bulan lalu dia masuk sekolah. Dia tampan seperti Mas Pandri.” Mbak Ajeng kembali bicara, sekaligus menarikku kembali dalam lamunan tempo lalu. Mataku membulat lagi, senang rasanya melihat dia kembali bicara dan bercerita. “Jadi nama suami Mbak itu Dokter Pandri? Lalu, anak Mbak namanya siapa?” Aku berapi-api agar dia juga bersemangat.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai abu faiz
Baca
+Pustaka
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

sapa Bisma kepada Azalea yang tengah sibuk mengangkat kotak - kotak. "Oh.. hay Pak Bisma, senang bertemu denganmu," jawab Azalea menghentikan aktivitasnya. "Jangan panggil Pak, panggil saja Bisma, dan jangan pakai saya, bilang saja aku!" sahut Bisma dengan tersenyum. "Baik Pak Bisma, eh Bisma!" jawab Azalea. "Sini biar aku bantu? " tanya Bisma sambil membantu Azalea mengangkat kotak yang ada di tangannya.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai abu faiz
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Mawar terpaku, dia merasa sedikit kurang nyaman karena sentuhan Fabio, membuatnya harus selalu waspada. "Namanya Aji Pangestu, dia dokter handal yang ada di Jakarta." Dokter Aji adalah dokter yang handal? Mawar hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu suasana kembali hening. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan di kepala Mawar yang ingin dia tanyakan, tapi dia sungkan untuk menanyakannya pada Fabio. "Ada lagi yang mau kau tanyakan? Tanyakan saja apapun yang membuatmu merasa bingung, jangan sungkan kepadaku," ucap Fabio seakan mengetahui isi kepala Mawar.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai abu faiz
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

Sosoknya sedang berhenti di depan sebuah makam. Cepat aku menoleh padanya dengan penuh harap. “Baihaqi,” jawabku dengan volume suara yang sama. “Sudah ketemu, Yo?” “Nama lengkapnya?” “Baihaqi saja.” “Tidak pakai Muhammad seperti kamu Muhammad Fatih? Atau Abdul? Atau..,” “Tidak, Yo, tidak. Cuma satu kata saja, Baihaqi.”
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai abu faiz
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Alverez

Alverez

“Dan itu bukan Calvin. Bukan Dimas. Tapi… sesuatu yang lebih besar.” Adrian menoleh dengan pandangan tajam. “Alverez.” Seketika suasana menjadi hening. Nama itu, yang selama ini hanya muncul sebagai bisikan samar dalam dokumen, jejak keuangan misterius, dan saksi-saksi yang menghilang, kini disebutkan dengan jelas untuk pertama kalinya. “Alverez?” tanya Alan dengan dahi berkerut. “Bukankah itu—”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai abu faiz
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status