Anniversary Terakhir
Bagaimana mungkin dia berubah secepat ini kalau tidak ada alasan lain.
“Katakan saja alasan yang sebenarnya. Bukankah kita sudah 10 tahun menikah, sepertinya tidak perlu jaim lagi.”
Mas Fajar mendengus, dia lantas menunduk, menangkupkan kedua tangannya. Suasana menjadi sunyi, hanya terdengar helaan napas panjang dari mulutnya.
“Nin, aku sadar kalau salah. Setelah anniversary kita yang terakhir ….”