Terjerat di Hati yang Salah
Merasa dirinya di atas angin, dan Mentari bukanlah apa-apa baginya, yang sudah sering menggoda pria orang untuk mendapatkan uang.
“Itu masalahnya. Aku harus dapat promosi untuk naik jabatan, baru kami bisa pisah," ucap Adiaz. Suaranya agak mengecil, mungkin juga ragu.
Angela mendekat ke arah Adiaz. Dia menuangkan cairan kental berwarna ungu, itu adalah anggur mahal. “Udah, deh, daripada pusing, kita seperti ini saja dulu. Sampai kamu naik jabatan dan tinggalkan perempuan bodoh itu," ucapnya menggoda.
Hot Chapters