Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Sekarang juga sederhana, Yah. Cuma bedanya, dulu kita belum ngerti arti cukup.”
Setelah makan, mereka keluar ke teras. Matahari sudah tinggi, sinarnya memantul di genteng rumah. Raffa baru bangun, datang dengan rambut acak-acakan, membawa gambar baru. “Ayah, Ibu, aku gambar kalian lagi!” katanya semangat. Arga tertawa, “Lihat sini, Nak.” Di kertas itu, ada dua orang dewasa berdiri berdampingan di bawah atap kecil dengan tulisan besar di atasnya: “Atap yang sama.” Aisyah menatap Arga, lalu menunduk, mencium kepala anaknya. “Kamu tau gak, Nak,” katanya lembut, “itu gambar paling indah yang pernah Ibu lihat.” Arga menambahkan, “Karena kamu bikin kami inget, yang penting bukan seberapa besar at
Hot Chapters