BABY BLUES
Mungkin, Ibu tak sadar di sisinya ada si kembar yang tengah tertidur, jadi volume suaranya tak tanggung-tanggung.
"Gimana, Bu Marni?"
"Harus saya? Wakilkan aja sama Bu Marni."
"Waduh, ya sudah. Saya ke sana sekarang."
Terdengar Ibu berbicara dengan seseorang bernama Bu Marni di seberang telepon sana. Suaranya yang besar membuat Haura dan Hanum menggeliat secara bersamaan. Aku menghela napas saat akhirnya dua bayi mungilku saling bersahutan dalam tangis.