Hoffen
“Ini, Kak.”
“Terima kasih,” ucap Zihan mengambil kopi itu lalu meminumnya sedikit, raut wajahnya berubah kembali dan melihat ke arah Trisha.
“Pahit, ganti latte,” ucap Zihan memberikan gelas itu pada Trisha.
“Tap-tapi, Kak, aku ini asisten Sev, bukan—“
“Lo siapa berani lawan gue?”
Hot Chapters