Karma Perselingkuhan
Dwi Mei Rahayucerpen suamiku garangcerpen suamiku dinginmantan suami mengejarkudzikir menyadarkan suami selingkuh
Aku menurut, padahal sungguh aku ingin berlari lalu mencakar muka Nurma, tetangga sebelah kontrakanku itu.
Kami bertiga duduk di ruang tamu rumah Pak Haji. Aku duduk di tengah-tengah antara Pak. Haji dan Bu Haji. Mas Ahmad dan Nurma duduk berseberangan, terhalang meja. Bu Haji terus menerus mengusap pundakku dan tak henti-hentinya memintaku beristighfar serta menyebut Asma Allah.
"Saya tidak habis pikir, di mana pikiran kalian berdua? Kamu, Ahmad! Apa kamu nggak kasihan sama istrimu yang lagi hamil, hah?"