KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK
Aku terkekeh pelan.
“Cowok, baper, ish!” candaku.
“Baper itu berarti hatinya lembut, we!” Adrian menjulurkan lidahnya padaku. Dia paling tak suka kalau kusebut baper.
Obrolanku dan Adrian terhenti ketika Ibu muncul. Dia mencuci tangan dan mengambil piring, lalu ikut duduk samping kami.
“Wah kalian sudah mau habis, ya, makannya? Maaf, ya … Ibu telat.” Dia mengambil nasi dari magic com dan mengambil lauk yang kami sisakan untuknya.
ตอนยอดนิยม