Dipersunting Dadakan oleh Bos Galak
Kemeja putihnya sudah rapi, rambutnya disisir ke belakang, dan wajahnya yah, terlalu bersih untuk jam segini, berbanding terbalik dengan semua orang yang masih dengan wajah bantal mereka.
Di sebelahnya, Aryan tampak sibuk memilih antara telur puyuh atau usus untuk topping buburnya, seolah tidak keberatan dengan adanya Abian diantara mereka.
“Kenapa diam saja? Ayo dimakan,” ucap Abian datar, tapi cukup membuat semua orang langsung tunduk, sibuk mengunyah makanan masing-masing.
Senyap.
Seolah menyadari dirinya adalah sumber dari keheningan itu, Abian menambahkan, “Ini belum memasuki jam kantor. Anggap saja saya nggak ada kalau mau ngobrol.”
Bab Populer