Menjaga Adik Sahabatku
Bak istana, nuansa merah menyala dan putih yang suci, banyak manusia bersenda gurau, bertegur sapa, saling menyapa dan bertukar nama, adapula yang sampai ke tahap lanjutannya.
Hanya Vemilla yang terduduk kaku di sofa. Terdiam dalam sunyi, menyaksikan kehebohan orang-orang menikmati pesta dan mendengarkan alunan musik yang merdu dengan gaun putih berlengan panjang transparan lengkap dengan topeng putihnya.
"Kak Ian kayaknya gak bisa dateng ke pesta penghargaan ini, deh, biasanya kalau bisa datang, pasti ada di sampingku," keluh Vemilla malam itu.
Hot Chapters