Diriku Seutuhnya
Barulah sekarang diriku sadar, cinta yang dulu harus kuminta sambil berlutut, cinta yang begitu berat sampai membuatku tak sanggup berdiri tegak, ternyata sebenarnya tak ada artinya.
Aku sendiri yang menganggapnya begitu berharga, seolah itulah satu-satunya hal paling berharga dalam hidupku.
Di dalam ruang rawat, meski dokter sudah memperingatkan untuk tidak banyak bergerak, Felix tetap memaksakan diri bangkit dan berjalan ke arahku. Lalu, mencengkeram pergelangan tanganku erat-erat, tak mau melepaskan.