Ketika Adat Menentang Cinta
“Aku sudah tahu kok, bukankah kita akan selalu bertemu disini jika ada hal penting yang ingin di bicarakan. Aku ingat terakhir kali kita bertemu di tempat ini, malam itu benar – benar malam yang panjang bagiku, tak peduli hujan yang membasahi tubuh, tak peduli angin yang berhembus kencang, tak peduli dengan tatapan orang – orang yang berlari mencari tempat berteduh, satu mil pun tidak bergerak, bagai patung yang bernyawa, saling menatap satu sama lain. Suaramu mengalahkan derasnya hujan dimalam itu. Kata – kata yang akhirnya membuatku yakin akan cintamu, Kau benar – benar berbeda Ciang, aku tidak tahu apa masih ada orang sepertimu di dunia ini. Pertemuan yang tidak akan pernah terlupakan”
Di
Hot Chapters