Frekuensi Terlarang
Puncaknya, sebuah robot pelayan yang kepalanya sudah hilang tiba-tiba berdiri tegak, jari-jari mekanisnya bergerak-gerak seolah-olah sedang mengetik kode di udara yang kosong.
"Juan..." panggil Lilia, suaranya dipenuhi ketakutan.
Juan segera berlari kembali, tangannya sudah memegang pistol pulsa. Ia terpaku melihat fenomena itu. Robot itu tidak menyerang; ia justru membungkuk ke arah Lilia, seolah mengenali otoritas yang lebih tinggi. Layar iklan di dinding kini menampilkan gambar statis yang perlahan membentuk wajah Lilia—bukan wajahnya yang sekarang, melainkan proyeksi data yang sangat kompleks.
Hot Chapters