AKU VS IBUMU
ucapku penuh penekanan.
Bang Faiz terdiam cukup lama. Berulang kali dia menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya dengan kasar. Dadanya naik turun.
"Baiklah, Dek. Terima kasih, Adek sudah mau mendengarkan penjelasan Abang. Terima kasih telah menjadi wanita paling istimewa di hati Abang. Seumur hidup Abang tak akan pernah melupakan semua tentang kita. Cinta di hati Abang tetap terpatri untuk Adek seorang. Abang mohon maaf, telah membuat Adek kecewa. Kalau boleh waktu ini di putar. Abang tak akan pernah mengizinkan Chintya masuk ke dalam rumah waktu itu. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Abang khilaf, Abang salah. Maafkan Abang. Abang akan penuhi permintaan Adek." Bang Faiz terisak.
Bab Populer