Benih Satu Milyar
Sekarang, dia lebih persis seorang asisten rumah tangga.
Wait! Ah, aku lupa ... saat ini dia kan sedang bermain peran. Aku menepuk jidat, hampir saja percaya dengan keadaan dia saat ini. Hampir saja lupa jika ibuku sedang main drama sebagai buruh cuci. Tentu saja harus berpenampilan seperti itu.
"Mas, akhirnya kamu datang ...." suara itu terdengar begitu menyedihkan.
Ibuku menghambur hendak memeluk Pak Wijaya, tetapi ayah mertuaku itu menolak pelukan tersebut.
الفصول الرائجة