Rindu yang Terluka
Ini protes kakak sulungnya ketika hari itu menemuinya di kantor.
"Berikan mas waktu dan kesempatan untuk menyelesaikan semuanya."
Rinjani masih diam.
"Kamu keberatan, Rin?"
"Mas, ini bukan tentang pindah tempat. Karena kesetiaan itu pilihan bukan karakter seseorang. Kita bisa selingkuh kalau kita mau, tidak peduli berjauhan atau berdekatan dengan pasangan. Dan kita bisa setia meski godaan silih berganti di depan mata. Apa setelah kita berkumpul di sini, bisa menjamin Mas nggak akan mengulangi kesalahan yang sama. Jujur saja ini begitu menyakitkan dan menjadi trauma bagiku. Bagaimana jika akan muncul Abila-Abila yang lain?"