Dendam yang Tak Terlupakan
Ia menatap Mela muda yang polos dan naif di foto itu.
"Awalnya aku tidak percaya kamu akan membalas dendam, Mel. Akan tetapi, kamu benar-benar membalas dendam. Kamu berubah," ucap Damar pelan dengan nada kekaguman. Ia menekan ibu jarinya pada gambar wajah Mela di foto itu. Kemudian, ia mengelus wajah Mela muda itu. Ia merasakan sensasi yang aneh antara rasa bangga dan penyesalan. Kemudian, ia mengelus wajah Mela muda itu dengan hati-hati.