Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya
“Hanya satu pintaku, Alina. Kamu dan Rian saling berusaha agar ini menjadi pernikahan yang tak akan bisa dipisahkan kecuali oleh maut. Jangan pernah memelihara dendam, Nak. Dendam hanya akan menyakiti diri sendiri. Dengan membalaskan sakit hati tidak akan membuat hati lebih baik. Orang jahat akan menemui takdirnya dan kamu jangan mau pasrah dijahati siapa saja, termasuk Rian kalau nanti dia berbuat salah.”
“Iya, Bu. Aku tak pernah dendam. Makanya aku memilih menjauh, tinggal di kampung dengan kedamaian. Tapi memang jika jodohku tinggal di sini, terpaksa takdir mendekatkan jarak, tapi bukan perasaan. Laki-laki itu sudah lama mati di hatiku dan insya Allah aku yakin kalau Bang Rian adalah imam
Sikat na Kabanata