Naik Kelas Setelah Ditindas
Bukan tak bahagia berdekatan dengan ayah, tetapi semewah apa pun hidupku sekarang, aku tetap merasa ada yang kurang di sini, kenyamanan dan ketenangan batin.
Aku rindu Mak Jannah, walau sering berkomunikasi tetap saja aku merindukan perempuan baik hati yang telah kuanggap ibu kandungku sendiri.
"Arumi, Nak, kamu mendengarkan Ayah?" Suara memutus lamunan.
"Eh, maaf, Ayah," jawabku gelagapan karena tak menyadari sambungan telepon masih menyala.
"Kita bicarakan di kantor ya?"
Bab Populer