Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Noda di Balik Cadar Aluna

Noda di Balik Cadar Aluna

Aluna memonyongkan bibirnya, menahan perasaan sakit yang tiba-tiba muncul kembali di dadanya sambil memainkan lego. Sudah berulang kali mencoba tapi Aluna tidak bisa mengembalikan posisi lego ke semula. Aluna yang kesal pun menangis dan meletakan leg itu di atas mejanya dengan kasar. "Kenapa aku tidak bisa mengembalikannya?" tanya Aluna pelan. Hal itu ternyata disadari oleh Mira. "Apa kamu menangis?" tanya Mira kepada Aluna. Gadis itu memperhatikan mata Aluna yang berair.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as aluna dan lidahnya
Read
+Library
AKU HANYALAH SELIR

AKU HANYALAH SELIR

Kami duduk di meja makan, tapi dia tidak berselera untuk menyantap hidangan. "Ema ...." Suaranya terdekat gar berat. "Ya ...," jawabku lembut. "Aku mau minta izin sama kamu untuk melamar seorang gadis." Ucapan yang jauh dari khayalan yang ada dalam angan ini. Makanan, tubuh berbalut lingerie, serta wahaha yang sudah ku rias cantik, ternyata hanya menyambutnya untuk sebuah luka yang menggores hati ini.
1016.6K viewsOngoingAdded to Library 464 Times as aluna dan lidahnya
Read
+Library
Kubawa Benihmu Saat Kau Menalakku

Kubawa Benihmu Saat Kau Menalakku

ulang Nora. "Apa kamu yakin itu benihku?" "Maksud kamu apa, Lan?" "Bukankah tidak hanya aku yang menikmati tubuhmu, hah?" Tatapan Herlan tajam menyorot wajah Nora. Wanita seksi itu tidak terpancing, justru ia menantang Herlan. Mereka saling beradu pandang dengan pikiran masing-masing. "Aku akan membuktikan bahwa itu bukan benihku," ancam Herlan.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as aluna dan lidahnya
Read
+Library
LALI

LALI

Alisnya naik turun ketika sedang memikirkan sesuatu dengan serius. “Dia cantik dan baik,” Harun ganti menjawab dengan santai. “Kelihatannya dia menyukaimu,” Dewa melirik Harun yang tengah membersihkan kuku panjangnya sambil tiduran. “Kalau ngomong nggak usahngawur to, Wa,” ucap Harun dengan santai. “Aku serius, Run,” “Beberapa kali kulihat dia melirikmu secara diam-diam,” Dewa mengarahkan tubuhnya menghadap ke arah Harun dengan posisi yang masih rebahan.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 241 Times as aluna dan lidahnya
Read
+Library
MELAHIRKAN LEWAT MULUT

MELAHIRKAN LEWAT MULUT

Lidahnya sangat panjang, hingga menyentuh lantai, sedang wajah berkulit pucat nya di hiasi mata yang membesar tak normal tanpa kelopak, taring taring tajam mencuat dari sisi sisi lidah yang panjang. "Aaarrrhhggg. ....." Belum sempat Laila berteriak terlalu lama sosok itu langsung menyerangnya, menggunakan lidah panjangnya menusuk tenggorokan Laila dan meraih ke dalam. Laila kelojotan, matanya mendelik ke atas menahan sakit yang tiada tara.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as aluna dan lidahnya
Read
+Library
Ayah Anakku Suami Sahabatku

Ayah Anakku Suami Sahabatku

"Baiklah, aku pesan kepiting. Tapi, pilihkan bumbu yang pedas, ya!" "Oke. Bagaimana jika bumbu saos padang?" Luna mengangguk. "Boleh juga!" Amanda kemudian beralih kepada pelayan. "Saya pesan kepiting, cumi dan udang." Rayyanza, yang duduk berhadapan dengan Luna, mencuri-curi pandang ke arahnya. Di tengah percakapan ringan diantara dua sahabat , Rayyanza tak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Luna. Ia memperhatikan kecantikan Luna dengan seksama. Wajahnya yang lembut, mata hazelnya yang indah, dan senyum yang selalu menawan.
1020.4K viewsCompletedAdded to Library 752 Times as aluna dan lidahnya
Read
+Library
Di Balik Nama dan Luka

Di Balik Nama dan Luka

“Kurasa… aku memang mengenalmu sejak awal.” Suara Daniel terdengar seperti bisikan iblis yang menunggu waktu tepat untuk keluar dari persembunyian. Pisau kecil di tangannya berkilat, tapi jauh lebih menakutkan adalah tatapan matanya—penuh kekuasaan, penuh keyakinan bahwa ia takkan bisa disentuh hukum. Nayla berdiri di depan Aluna, tubuhnya kaku tapi matanya tidak gentar.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as aluna dan lidahnya
Read
+Library
Nala dan Mas Juragan

Nala dan Mas Juragan

Ia tidak bisa berkata apa-apa, lidahnya kelu, hanya rona merah di pipinya yang semakin menjalar hingga ke telinga, menjadi bukti nyata bagaimana jantungnya benar-benar 'meledak' mendengar panggilan itu. Hanggara terkekeh pelan, kekehannya terdengar puas melihat reaksi Nala. Ia mengusap punggung tangan Nala dengan ibu jarinya, lalu menunduk untuk mengecup punggung tangan itu lama, memberi ketenangan sekaligus penegasan di tengah riuh rendah perasaan yang baru saja membuncah di hati gadis itu. ***
10913 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as aluna dan lidahnya
Read
+Library
ASAL KAU BAHAGIA

ASAL KAU BAHAGIA

Candu yang ditawarkan oleh indahnya wanita adalah salah satu kenikmatan tertinggi di dunia fana. Saat ini hampir seluruh panca indra Farid seakan berfungsi pada sensitivitas tertinggi. Keduanya matanya dimanjakan oleh kemolekan tubuh polos perempuan yang sedang pasrah dalam peluknya. Dengan beragam aroma yang begitu intim, bahkan indra penciuman Farid pun terlalu malu-malu untuk menghidu. Telinganya dipenuhi oleh desahan-desahan merdu yang terbit dari bibir seorang perempuan yang sedang menyatukan hasrat persis seperti dirinya. Jangan ditanya apa kerja lidahnya, Farid bahkan ingin memaki bagaimana sulitnya ia mengendalikan agar jangan menyeberang terlalu jauh dari pagar-pagar yang secara tak
102.7K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as aluna dan lidahnya
Read
+Library
Maaf, Kurebut Istrimu!

Maaf, Kurebut Istrimu!

tanya Ririn. “Bau seafood,” jawab Aluna pelan sambil meringis. Ririn langsung menoleh ke sekitar mereka. “Oh iya, meja belakang kayaknya pesan udang.” Aluna buru-buru meneguk air dari dalam tumbler yang ia bawa sebab perutnya mendadak terasa mual. Dan tepat saat itu sebuah suara mengejutkan keduanya. “Aluna?”
101.1K viewsCompletedAdded to Library 33 Times as aluna dan lidahnya
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status