Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AMORIST

AMORIST

Revan menghembuskan napas pelan. Pasti, ia berulah lagi. “Siapa perempuan itu?” Suara baritonnya berhasil membuat gelas yang berada di tangan Liam terjatuh ke lantai karena kaget. Ia kaget terlebih karena melihat Revan tengah berdiri diambang pintu dengan seorang bayi yang di gendong di depan dan beberapa perlengkapan bayi di tas yang ia pegang di tangan kanan dan kirinya. Sudah persis seperti ibu-ibu yang kerepotan membawa anak ketika keluar rumah.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as ambis
Read
+Library
BATARI

BATARI

Mata biru cerahnya tajam, geraknya efisien, dan diamnya terasa seperti peringatan. Batari mendapatkan hak yang sama seperti Seline: kartu kredit tanpa batas, kartu debit tiga digit dan seorang asisten pribadi untuk memastikan ia tidak jatuh… atau dijatuhkan. Hadiah yang manis, dengan rasa logam di ujung lidah.
10578 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as ambis
Read
+Library
AMBISI BISAWARNA

AMBISI BISAWARNA

Imbuh sang resi. “Baik, Bopo.” Jawab Bisawarna. Bisawarna lalu mengeluarkan tiga anak panah dari sarungnya dan memasang ke busur yang dia pegang. “Satu anak panah!” ucap Resi Sabda Jati. Bisawarna kaget. “Iya. Aku ingin kamu memanah tiga burung itu dengan satu anak panah saja. Anak panah itu harus tepat menembus sepasang mata burung camar itu.” Imbuhnya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as ambis
Read
+Library
AMBISI WANITA SIMPANAN

AMBISI WANITA SIMPANAN

Apakah karena terlalu nyenyak tidur? Laras yang curiga, lalu mendekati Rini. Dia kembali duduk di tepi tempat tidur seperti waktu dia menemani proses aborsi temannya itu. Dia menatap wajah Rini yang matanya terpejam dengan seksama. Terlihat lebih pucat dari dua jam yang lalu. Pemandangan itu membuatnya menyadari sesuatu. Dia pun segera menyentuh tangan Rini yang terasa sangat dingin. Dia pun tersentak. "Tangannya kok dingin sekali?
104.5K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as ambis
Read
+Library
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

​Bab 128: Bayang-Bayang Masa Lalu di Diambang maut. ​Suasana paviliun yang pengap itu mendadak terasa semakin menyempit bagi Tania. Pertanyaan yang ia lontarkan kepada Om Feri menggantung di udara, menciptakan keheningan yang mencekam di antara suara sirine ambulans yang mulai terdengar lamat-lamat dari kejauhan.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as ambis
Read
+Library
PESONA

PESONA

Yang tadinya semua orang tertawa kini terdiam di tempat dan hanya terfokus menatap aku dan Tama. "Ambil juga kunci mobilku, selamat atas kemenanganmu. Aku bersumpah jika suatu hari nanti, kau akan merasakan apa yang aku rasakan. Ingat namaku dengan jelas Nandini Safira, nama ini akan hadir lagi di hidupmu namun bukan sebagai gadis yang mencintaimu namun sebagai gadis yang membencimu, Tama Andrian Thomas."
1016.0K viewsOngoingAdded to Library 511 Times as ambis
Read
+Library
Andyp

Andyp

Dan uji mata pelajaran kali ini di pegang oleh anak sains dengan tema Biologi. Sang MC pun mulai membacakan soalnya, para peserta juga penonton yang hadir diam tak ingin mengganggu kosentrasi. "Ahli zoologi menggunakan chordata dan echinodermata sebagai salah satu cabang utama pohon filogeni. Moluska, anelid dan athropoda ada di cabang utama lainnya. Apa dasar dari pemisahan itu?" Andy menjawab soal itu lebih dulu. Bahkan yang memencet tombol merah hanya ia saja.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as ambis
Read
+Library
Senandika

Senandika

teriak Regar tepat di depan wajahnya. Jevan melemparkan tatapan sinisnya pada Regar, cowok bergingsul itu justru tidak peduli. Hayden kembali bertanya, "Futsal kaga, malem ini? Gue booking kalau iya." "Gas, lah. Udah lama nih kaki gue nganggur gak nendang bola," Evan menggerakkan kakinya seolah-olah ada bola di depannya. Sekadar info, Evan adalah anak yang ambis, bahkan jika ada yang bilang bahwa Jevan sudah paling ambis, Evan lebih daripada itu. Makanya Evan sulit untuk diajak ngumpul.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as ambis
Read
+Library
Anara

Anara

Disodorkannya gelas ke arah bartender, dan memberi isyarat dengan jari agar bartender itu kembali mengisinya. “Cukup An, kau sudah mabuk!” bartender bernama Bryan itu adalah teman Anara. Dia bekerja paruh waktu disini, untuk membiayai kuliahnya. Dia cowok yang cukup populer di kampus, karna darah blasteran yang mengalir dalam tubuh atletisnya. Tentu saja, wajahnya juga tampan.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as ambis
Read
+Library
Mon Amour

Mon Amour

“Kau tidak berat, sungguh! Percaya padaku akan hal itu.” Farrin tak menjawab lagi,ia hanya diam dan memainkan tangannya sendiri di gendongan Vian. Hey, ayolah! Sekarang ia seolah seperti sedang memerankan permainan pengantin baru. Atau, anggap saja sekarang tengah berlatih untuk menjadi pengantin baru betulan. “Bisa kau tekankan tombol kuncinya? Sandinya 1026.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 279 Times as ambis
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status