Bara Dendam Sang Prabu Boko
"Kumbayoni menanggapi 'Baruna Warih' dengan 'Agni Prana' yang begitu kuat, sungguh duel para dewa! Sayang sekali, air si Gagak Rukma... oh, dia terlalu cepat! Dan... lihat itu, garis infantri Wasa Mandala mulai terdorong mundur! Sungguh pertunjukan yang patut disaksikan!"
Amasu terkekeh gembira, menikmati pertunjukan elemental yang jarang terjadi itu layaknya menonton sandiwara terbaik di Kutaraja. Saat ia asyik memuji manuver Rukma, tiba-tiba kepalanya terasa diketok pelan namun tegas oleh sesuatu yang keras, sebuah sentuhan yang lebih dari sekadar peringatan.
Klek!
Amasu tidak menoleh. Ia hanya menggerutu, matanya masih terpaku pada kabut pertempuran di bawah, seolah momen krusial tak bole
Bab Populer