Cinta Yang Lain
“Lain kali kalau kontrol, aku mau cari dokter yang usianya minimal enam puluh tahun, sudah punya cucu lima, dan kalau bisa yang bicaranya pakai bahasa medis yang susah dimengerti. Biar tidak ada sesi curhat nostalgia mantan.”
Ayla tak tahan lagi. Ia mencubit pipi suaminya dengan gemas. “Duh, CEO-ku yang hebat ini ternyata bisa jadi anak kecil kalau urusan Ammar. Dengerin ya, Mas Abhimana Pratama... mau Ammar bicara sampai mulutnya berbusa pun, yang bikin aku tenang itu cuma kamu. Yang bikin aku merasa aman itu pelukan kamu setiap malam. Ammar itu cuma kasih teori, tapi kamu yang kasih bukti cinta tiap hari. Puas?”
Mendengar itu, pertahanan Abhi runtuh. Sudut bibirnya berkedut, berusaha menah