Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

Ratu menolehkan kepalanya ke samping saat mendengar seruan itu di sela kegiatannya membaca novel dan mendengarkan musik dalam volume kecil di ayunan kayu nyaman yang ada di belakang rumahnya di area outdoor menghadap ke arah kolam renang dan juga taman bunga mawar aneka warna yang memang sengaja di tanam Jerry supaya rumahnya terlihat manis dan tidak suram meskipun tidak ada sentuhan wanita di sana. "Ih apaan sih Pa!!" Jawabnya dengan nada jengkel. Ratu membuang muka dengan wajah cemberut seraya memeluk lebih erat bonekanya dan melanjutkan membaca novel. Masih marah karena kemarin dia harus pulang dengan Alka karena Papanya lebih memilih pekerjaannya dan mempercayakan keselamatannya pada cow
9.88.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai analisis novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Anak Rahasia Sang Alpha

Anak Rahasia Sang Alpha

​Aku menatap sekeliling dengan binar mata yang tidak bisa kusembunyikan. ​Di hadapanku, berdiri sebuah rumah kaca bergaya Victorian modern. Struktur rangkanya terbuat dari besi tempa kokoh berwarna hitam, menopang ratusan panel kaca cembung yang membentuk kubah yang sangat besar di atas kepala kami. ​Hamparan warna yang begitu luar biasa langsung membanjiri seluruh sudut penglihatanku. Ke mana pun mataku memandang, hanya ada bunga.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai analisis novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Aku mengangguk perlahan, mendengarkan setiap kata. “Sedangkan rumah yang saat ini Nona tempati ... disebut Rumah Bunga,” kata Sekar sambil tersenyum samar. “Sebagian besar lahannya dipenuhi tanaman dan berbagai jenis bunga. Sisanya adalah bangunan rumah ini, dengan lantai paling atas difungsikan sebagai rumah kaca. Rumah yang memang dirancang untuk tempat bersantai Tuan Adrian.” Aku menatap sekeliling, mendadak memahami kenapa rumah ini terasa begitu tenang. “Lalu ... bagaimana dengan rumah di sisi kiri itu?”
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai analisis novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Aku Ingin Kau Jadi Milikku

Aku Ingin Kau Jadi Milikku

Namun sebelum Felisha sempat bertanya, pria itu menuntunnya ke sisi belakang gedung — tempat yang jarang ia perhatikan sebelumnya. Di sana berdiri sebuah rumah kaca berwarna putih. Ukurannya cukup besar dan tampak rapi serta terawat. Dinding kacanya berembun lembut, memantulkan cahaya senja yang temaram. Dari luar, tampak dedaunan tinggi dan bunga-bunga eksotis memenuhi bagian dalamnya. Felisha memandang Ace penuh tanya. “Ini rumah kaca milik perusahaan?”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai analisis novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Terjerat pesona mafia

Terjerat pesona mafia

Kamar itu dominan dengan warna abu-abu gelap—terasa tenang dan sunyi, di samping ranjang terdapat jendela kaca yang langsung memaparkan pemandangan kota yang indah dengan cahaya malam yang timbul dari perumahan, gedung tinggi, kendaraan maupun bulan yang jauhnya bermil-mil di atas sana tapi mampu menerangi alam semesta ini. Nicholas merebahkan Caroline di atas ranjang, lalu membenarkan letak selimutnya. Di meja nakas terdapat kertas dan pena. Nicholas langsung menulis sesuatu di sana setelah selesai pria itu kembali memandang wajah cantik Caroline yang tertidur, tangannya terulur mengelus pipi mulus wanita itu dengan lembut, kemudian mendekatkan wajahnya pada bibir Caroline, berniat mencium
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai analisis novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat CEO Dingin

Pemuas Hasrat CEO Dingin

Membawa mereka ke dalam sebuah ruangan baru yang tak pernah Nora kunjungi sebelumnya. Nora tertegun. Ini bukanlah sebuah ruangan. Ini adalah sebuah taman besar dengan konsep rumah kaca. Langit-langit kaca membiarkan sinar matahari pagi masuk, menerangi taman yang dipenuhi bunga-bunga tropis berwarna-warni.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai analisis novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Inheritance

Inheritance

Ken semakin penasaran dengan ucapan istrinya. Bahkan dia mencoba mengingat rumah kaca yang dibicarakan Jani. "Di mana ada rumah kaca? Aku tidak pernah lihat," tanyanya menarik pundak istrinya agar berhadapan dengannya. "Di atap gedung apartemen yang kini kosong, di dekat jalan utama yang mengarah ke istana hitam. Di situ ada rumah kaca." Jani berpangku tangan. Dia memikirkan sesuatu.
9.924.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 746 kali sebagai analisis novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Desember Ke-30

Desember Ke-30

Di luar jendela, lanskap pedesaan berganti begitu cepat, menyajikan pemandangan petani yang sedang mencangkul di sawah dan anak-anak berseragam sekolah yang melambaikan tangan riang ke arah kereta yang lewat. Aku membuka buku catatan kecil bersampul kulit sintetis di pangkuanku, memandangi draf bab awal dari novel baruku yang sedang dalam proses penggodokan. Berbeda dengan Titik Temu yang Tertunda yang sarat akan emosi personal, penuh gejolak pencarian, dan bayang-bayang masa lalu di Bangkok, cerita kali ini terasa lebih terang, lebih membumi, dan jauh dari unsur pelarian. Tokoh utamanya adalah seorang perempuan biasa yang berdamai dengan kesendiriannya di sebuah kota tua, menemukan kebahagi
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai analisis novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
FIORE

FIORE

Etheldreda Cindyriesoursriri
Ia juga menyadari bahwa itu adalah perasaan yang sama ketika ia di perpustakaan dan rumah kaca. Iris menggelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan apapun yang sedang ia pikirkan. “Ada apa denganmu, Iris...?” Iris bergumam kepada dirinya sendiri, menggelengkan kepalanya. Tidak ingin berlama-lama lagi, Iris dengan cepat langsung berjalan menuju rumah kaca. ••• Ketika masuk ke dalam rumah kaca, Iris sudah dapat merasakan perbedaan udara di dalam sana. Udaranya terasa lebih menyejukkan daripada tempat lainnya.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai analisis novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Cinta di Bumi Turky

Cinta di Bumi Turky

kata Ana tersenyum, sang asisten bernama huliya itu tmenoleh ke azfer lalu tersenyum sekilas, pandangan yang penuh arti kalau Liana tau "Mari saya antarkan anda ke kamar, nona harus istirahat banyak banyak" kata Huliya lalu berjalan bersama Liana Rumah ini sangat indah, aksen kaca tampak dominan sekali, lalu foto foto artisktik terpasang rapi di dindingnya yang putih, ruang tamunya bak ruangan sultan, yang sulit dijelaskan meskipun sebagian besar klasik modern, sofanya berwarna putih tulang dengan meja kaca besar ditengahnya sampingnya merupakan kaca transparan yang langsung melihat taman cantik diluar kaca, bunga warna warni bermekaran disana lalu sebuah air mancur kecil didesain sedemikian
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai analisis novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status