Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BERSAMANYA

BERSAMANYA

mengangkat kepalanya, Qin Chu bertanya dengan nada serius. Pertanyaannya mengejutkan Asisten Yang, membuatnya terbata-bata menjelaskan. “Ini bukan kopi atau teh. Ini hanya air biasa. Bukankah itu seharusnya hambar?” "Tapi yang baru saja aku minum rasanya enak." “Um… Tuan. Qin, di mana kamu minum airnya? Saya bisa memeriksa merek itu nanti? ” Qin Chu terdiam, mengubur kepalanya untuk bekerja sekali lagi.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai aneka rasa
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

ucap Rizki sahabat Nameera yang juga bekerja di perusahaan tersebut, namun mereka beda divisi. “Sabar, Ki. Aku udah dua kali dipanggil tadi, malas kalau sampai yang ketiga kali. Ketahuan banget aku bodohnya!” cetus Meera sambil masih tetap mengetik berkas yang harus direvisi, matanya pun tak teralihkan dari layar komputer. “Aku duluan aja deh, ya,” Rizki yang sudah tak sabar akhirnya meminta izin kepada sahabatnya, dengan berat hati Meera memperbolehkan Rizki ke kantin terlebih dahulu.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai aneka rasa
Baca
+Pustaka
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

Adia mengangguk senang, menggeser gambar ke gambar selanjutnya. "Kamu suka nggak?" "Suka banget, Nif. Kamu ngerti banget yang aku mau." Adia tersenyum riang. "Soal varian rasa, ini ada rasa Kangen, pedasnya sedang, gurih banget. Ada rasa Cemburu, level paling pedas. Yang terakhir rasa Rindu, ini pedasnya nggak terlalu, lebih ke lembut, pedas tapi masih bisa dinikmati."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai aneka rasa
Baca
+Pustaka
Kode Prosa Aisha

Kode Prosa Aisha

“Ada penilaian lain?” “Hem,” Heru mengingat, “macam asal rasanya, ya? Mangga, melon, nanas, kurma, anggur, cabe, stroberi, madu, lemon, jahe, garam, gula, nipis. Sifatnya lima rasa. Tekstur rasa lembut, hangat, lumer, pokoknya kalem.” Filan beralih perhatian ke luar ruangan, memandang mobil MVP hitam yang membelakangi mini van abu-abu—berhenti di halaman.
9.82.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai aneka rasa
Baca
+Pustaka
Memoar Rasa

Memoar Rasa

Rasanya seperti sedang kasmaran di tengah kota dengan nuansa old vibes yang kental. Jujur, mungkin aku sekarang sedang merasakan kasmaran dengannya. Tidak dapat kupungkiri lagi hal itu terjadi padaku. Aku ingin rasa yang sedang kurasakan ini, dapat di rasakan juga oleh orang lain. Namun untuk apa? Apa aku harus mengunggahnya di media sosialku? Tidak mungkin juga rasanya.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai aneka rasa
Baca
+Pustaka
Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

Bentuknya setengah bulat dan berwarna putih juga empuk saat dipencet. “Kau tidak tau bakpao?” “Bakpao?” Heran. “Coba makan,” titah Erwin yang dituruti. Agina memakannya hampir separuh. “Enak! Rasa coklat!” pekiknya antusias. “Habiskan saja.” Agina tampak berpikir. Dia mengulur bakpao yang dimakannya tadi ke depan wajah Erwin. “Eum, makan bersama.”
4.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai aneka rasa
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Suami Yandere (Indonesia)

Terjebak Cinta Suami Yandere (Indonesia)

Keduanya kini sudah duduk di sebuah meja, masing-masing di atas meja sudah tersedia pancake berhias krim manis, semangkuk es krim tiga rasa, dan minuman dingin dalam gelas tinggi. Risa yang melihat semua pesanan serba manis itu, tiba-tiba merasa eneg. Wajah memucat dengan kedua bahu melorot lemas. "Kenapa semuanya serba manis begini? Ingin membunuhku dengan diabetes, ya?" tanya Risa dengan nada protes kepada pria yang menatapnya sejak tadi tanpa kedip. Sadar ditatap secara ganjil, Risa memalingkan wajahnya yang memerah lembut.
1024.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 761 kali sebagai aneka rasa
Baca
+Pustaka
Memilihmu di Kesempatan Kedua

Memilihmu di Kesempatan Kedua

"Ini enak.” “Tidak.” "Kamu belum coba.” “Aku sudah tahu dari tampilannya.” “Jangan rasis pada makanan.” Arkana menghela napas lalu mengambil satu sendok kecil. Anindya menatap penuh harap. “Gimana?” “Biasa.” “Itu artinya enak.” “Itu artinya biasa.”
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai aneka rasa
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Dosen

Mendadak Dinikahi Dosen

Dan seketika Keinan langsung merubah ekspresinya saat merasakan rasa bakawan itu. “Gimana mas?” tanya Keira penuh harap. Keinan hanya dapat mengangguk dan terus mengunyah bakwan itu. Ya, rasanya sangat asin. Bercampur manis. Entahlah, Keinan tidak bisa mendeskripsikan rasanya. Benar-benar fantastis. “Kalau gitu habisin aja mas!” ujar Keira girang. Keinan menelan ludahnya secara paksa.
1012.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai aneka rasa
Baca
+Pustaka
PERTAMA UNTUK NAIMA

PERTAMA UNTUK NAIMA

Ada berbagai rasa tercampur menjadi satu, ibarat permen nano nano ada asam, manis, asin dan sedikit pedas. Begitu pula hati Naima, logika dan perasaanya sedang berperang mencari dan menimbang manakah kira-kira akan dimenangkan. Sekonyong-konyong rasa pening menghantam kepalanya, Naima mengeratkan genggaman pada tangan Albe. Lelaki itu mendekap pinggang ramping gadis di sampingnya, mengusap punggung tangan Naima menenangkan.
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 829 kali sebagai aneka rasa
Tampilkan Ulasan (53)
Baca
+Pustaka
athena_vivian
asekkkkkk, gue suka gaya Naima!! Jadi cewek emang harus tahan banting selain tahan yang lain. Bab-nya udh banyak, y, Kak...gratis satu bab, donkkkk................., tapi, Naima kaya Alice in Wonderland, ya...having great experiences in another places....
Rezquila
Hai saya Rezquila penulis novel ini. Terima kasih yang sudah setia membaca karya perdanaku... Silahkan tinggalkan komen, kritik atau saran. kesan dan pesan untuk cerita saya krisan kalian sangat berharga untuk saya...️ cinta kalian semua
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status