Bayangan Kelam
Tapi, tatapan curiga dari ibunya membuat Anisa merasa tidak nyaman.
“Ibu, Ayah, ini Anisa,” kata Arya dengan nada lembut. “Kami sudah cukup lama bersama, dan… aku ingin kalian mengenalnya.”
Ibu Arya, yang duduk dengan postur yang anggun namun kaku, hanya menatap Anisa dari ujung kepala hingga kaki, seolah menilai setiap detail dirinya. “Oh, jadi ini Anisa,” ucapnya dingin. Senyum kecil yang ia lontarkan terasa lebih seperti formalitas daripada kehangatan.
Bab Populer