Awan Tenang, Angin Membawa Cinta
Wulan melambaikan tangan, lalu menarik koper dan naik taksi menuju bandara.
Satu jam kemudian, di gerbang bandara, sahabatnya, Angel Sunarta, memeluk Wulan erat-erat dengan enggan berpisah.
“Wulan, kalau kau udah pergi, jangan pernah kembali lagi.”
“Hiduplah dengan baik di luar negeri. Jangan pernah pedulikan si bajingan Jordan itu seumur hidupmu!”
Mata Wulan memerah. Ia memeluk Angel erat, lalu menatap kota Linkin yang berdiri di kejauhan. Perlahan, dagunya terangkat sedikit, sorot matanya penuh keteguhan.
Hot Chapters