Kesayangan Mami
Terus meronta, bulir bening kembali berjatuhan.
"Yes. Aku gila karenamu, Anna. Coba, kamu nggak jual mahal. Kita, bisa menikah dan bahagia. Hahahaa." Suaranya, seakan memenuhi ruangan. Aku bergidik, Angga tampak menyeramkan.
Ia membelai rambutku, awalnya lembut. Lantas berubah kasar, dengan terus berucap tak jelas.
Bab Populer