CALON MERTUAKU
Mama menanyakan kabarku setelah ditinggal Bang Angga.
“Indah, baik, kok, Ma. Mah, Indah mau pergi ke Malaysia selama setahun. Ada penempatan karyawan di sana, mendadak. Jadi Indah pamit dari telepon aja ya, Ma.” Aku berbohong yang masuk akal sesuai perintah Om Andi. Dia sudah mulai tak sabaran dan mulai meraba punggungku.