Menyulam Asa di Dua Hati
“Agni sudah makan, belum? Ini ada health report bulanannya Agni di ruang kerja aku. Kenapa hasilnya jelek? Kamu harusnya lebih perhatian, dong, dengan anak kita!”
Indy merasa darahnya naik ke wajah. Tidak hanya kata-kata Anggara yang terasa tajam, tetapi cara suaminya berbicara, yang biasanya lembut, kini terdengar begitu dingin dan kasar. Ia menahan diri, berusaha untuk tetap tenang.
“Mas, aku sudah menyiapkan makan malam, Agni tadi sudah makan, tinggal kamu aja yang belum,” jawab Indy pelan, mencoba meredam ketegangan.
Hot Chapters