Badai Sang Pemberani
Badai membelai pipi Valeri dengan lembut, "semua orang mengakui dia adalah bidadari. Seharusnya kamu bercermin, aku yakin kamu pasti melihat seorang bidadari di depanmu. Tapi ingat ya, jangan kamu cemburu saat melihat pesonanya."
"Kalau menurutmu demikian, kenapa kamu tidak menghampirinya? Mungkin bidadari yang kau maksud, sedang menunggumu," tanya Valeri, suaranya lembut penuh getaran.
"Tanganku tak mampu menggapainya, ia terlalu tinggi, rasanya, sangat tak mungkin aku bisa menggapainya," jawab Badai.
Hot Chapters