Jadul Tapi Mantul
" Ayah berhenti sejenak, lalu mengambilnya nafas dan melanjutkan ceritanya.
"Aku mengambil air untuk memadamkan api," jawab burung pipit. Gagak bertanya lagi, "Api apa?" "Api yang disiapkan untuk membakar Ibrahim," jawab burung pipit. Gagak pun melihat burung pipit dengan tatapan aneh. Ia merasa bingung, bagaimana mungkin tetesan air yang dibawa burung pipit mampu memadamkan kobaran api. "Apakah engkau yakin bahwa dirimu dapat memadamkan api sebesar itu? Apakah air yang kau teteskan dari paruhmu tidak sia-sia saja? Engkau hanya mempersulit dirimu saja," kata gagak mencemooh burung pipit. Burung pipit pun menyahut, "Aku tahu air yang ku bawa ini tidak dapat memadamkan api tersebut, karena mem
Hot Chapters