Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bintang untuk Langit

Bintang untuk Langit

tanya Laras bicara sambil terus mengulas senyum. Anta mengerutkan kedua alis hingga saling bertautan, tidak paham dengan maksud ucapan Laras. “Deket, memangnya kenapa?” tanya balik Anta. Laras melebarkan senyum lagi, sebelum kemudian berkata, “Gue sebenarnya naksir sama Langit, lu bisa kasih tahu gue ga mungkin kesukaan dia apa, hobinya apa, atau mungkin horoskope-nya?”
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai antariksa
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Keesokan paginya, dunia berubah cepat. Pesawat-pesawat tanpa awak milik Lux Aeterna terlihat berterbangan di langit Bandung, mereka menyebarkan partikel sensor untuk “memetakan frekuensi cahaya bumi.” Dan setiap kali alat itu diaktifkan, bumi terasa bergetar halus, layaknya tubuh yang sedang ditusuk jarum. Raksa menatap layar pemantau dengan wajah tegang. “Getaran ini terasa tak alami, sepertinya mereka sedang menusuk lapisan sukma bumi!”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai antariksa
Baca
+Pustaka
Venturas

Venturas

[ERZA 01] NEST adalah sebuah stasiun luar angkasa SPD, di sini tempat bersandarnya seluruh armada SPD. Biasanya tempat ini ramai dengan lalu lalangnya pesawat-pesawat luar angkasa namun kini hampir semua dok terlihat kosong, kecuali satu dok yang ditempati oleh satu Pesawat induk luar angkasa terbaru dari SPD. Di lambung pesawat itu bertuliskan Galactica 01.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai antariksa
Baca
+Pustaka
The Lunar

The Lunar

Hanya saja ia ingin berceletuk. "Ayah tidak yakin kalau di dalam sana ada sinyal," jawab John menghidupkan alat berwarna hitam dengan antena panjang itu. "Test!" Terdengar suara John di tiga alat lainnya. Mereka mengangguk dan mengaitkan benda itu di celana mereka, dalam jas hujan "Sudah siap?" tanya John sekali lagi. "Semoga aku bisa bertemu beruang agar hausku hilang," mohon Bianca pada semesta.
1051.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai antariksa
Baca
+Pustaka
GAYATRI

GAYATRI

"Gayatri, maafin aku ...." Sarah melangkah menuju balkon kamarnya. Ia mendongak menatap hamparan langit yang membentang indah. Ingin sekali ia terbang bersama burung. Namun, ia masih mempunyai akal sehat untuk tak terjun dan terbang dari atap.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai antariksa
Baca
+Pustaka
Paralaks Semesta

Paralaks Semesta

"Kau benar-benar tidak ingat bahwa kau pernah .... masuk ke dalam sumur mungkin atau membuka gerbang dunia gaib dan menyusup ke lubang cacing lalu sampai ke sini? " "Tunggu, apa maksudmu lubang cacing? " tanyaku jijik. "Ada sebuah hukum alam yang bernama teori relativitas umum ada sebuah objek yang dapat berfungsi sebagai terowongan intergalaktik. Terowongan ini bernama wormhole, lubang cacing" Adam menjeda kalimatnya ketika aku kembali menunjukkan perasaan jijik. Biar kukatakan, aku adalah musuh terbesar cacing dari segala jenis cacing dan hewan lunak tanpa tulang belakang. Aku tidak keberatan jika mereka punah.
92.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai antariksa
Baca
+Pustaka
Quasar

Quasar

keluh Dirga, si cowok dengan sebatang pocky tadi. "Mana ada yang begituan di Cakrawala? Noh, di SMA tetangga banyak Cabe-cabe Anyepnya," sahut Randi, cowok dengan buku fisika di tangannya. "Apaan Cabe-cabe Anyep?" "Iya itu, cewek yang udah tahu enggak ada bodinya, tapi mau sok-sokan seksi. Anyep nggak ada rasanya." Dirga terbahak, "Si Anying. Bawaan doang buku fisika, isi otaknya mah tetep aja porno semua."
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai antariksa
Baca
+Pustaka
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

BANG! Lambung baja raksasa The Ark bergetar hebat saat kapal penjelajah antariksa itu menembus dinding luar Great Northern Vortex. Di luar jendela pandang utama, tidak ada lagi warna putih salju atau abu-abu kabut. Dunia telah berganti menjadi pusaran badai vertikal yang terbentuk dari miliaran baris kode matriks berwarna hitam dan emas, berputar dengan kecepatan yang merobek ruang hampa di sekelilingnya. Sirkuit-sirkuit di langit-langit anjungan berkedip-kedip liar antara warna biru hangat dan merah peringatan.
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 838 kali sebagai antariksa
Baca
+Pustaka
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Lagu dari salah satu band ber-genre pop punk diputar demi meluruhkan kesunyian yang mencekam. Nimira bukanlah jenis manusia yang bisa bungkam lebih dari 12 jam sebagaimana Liora yang berbakat dalam hal itu, karenanya, ia tidak tahan untuk bersuara, “Oh, dengar-dengar negara Utara-Daya akan melakukan peluncuran roket ketiganya menuju planet terdekat bumi dalam rangka penelitian antariksa. Ada beberapa Pewaris-Aura yang ikut dan akan menetap di sana ....”
1019.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 595 kali sebagai antariksa
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Baca Semua Ulasan
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

kata Likos dengan telinga tertutup alat dengar dan tangan yang mengatur sinyal panggilan dari Edvard dan Mregelen di bawah samudera yang jauh. “Bagaimana?” tanya Fibrela. “Tes… tes…,” ucap Likos sambil terus mengurangi heterodyne yang mengganggu pendengaran itu. “Ah, dapat!” seru Likos ketika frekuensi yang diaturnya sudah sesuai dengan gelombang pemancar itu. “Halo? Ini dari Pengamat Antariksa Luxavar, Likos Dulay,” kata Likos. “Halo, ini dari Menara Pemancar Tablec Luxavar, Mregelen Trufer,” jawab Mregelen dari kejauhan.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai antariksa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status