Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERJEBAK DALAM DRAMA PENDEKAR AWAN

TERJEBAK DALAM DRAMA PENDEKAR AWAN

Langit menampilkan pelangi yang melingkupi cakrawala, bunga sakura yang bermekaran menaburkan setiap kelopaknya saat tergoda hembusan angin, diiringi suara kecapi yang mengalunkan nada indah mata mereka saling memandang. Matanya besarnya berbinar seperti bocah yang kegirangan setelah mendapat hadiah. Dunia Zhan An seakan berhenti bergerak. Yang terlihat hanya bayangan gadis yang berlari sambil menggenggam hangat tangannya. "Belikan ini." Arumi menyodorkan pita berwarna ungu muda.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai aoi no hana
Baca
+Pustaka
Kehangatan Cinta

Kehangatan Cinta

Hans menarik koperku, kemudian membuang koperku sambil berteriak, "Apa yang sedang kamu lakukan?" Hans menarik koperku dengan kuat dan penuh amarah. Tubuhku oleng dan membentur ujung meja samping. Terdengar suara botol parfum yang pecah. Seketika itu juga, aku mencium aroma parfum itu. Aroma parfum ini sama dengan aroma yang menempel di tubuh Hans. Yeni memberiku … parfum ini untuk menantangku?
10.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai aoi no hana
Baca
+Pustaka
Hayu

Hayu

Bu Ayu ikut tertawa mendengarnya, “Kalau begitu, Tante permisi dulu, ya. Kasihan teman-teman Tante, sudah menunggu Tante dari tadi.” Bu Ayu berpamitan pada Candra tanpa menatap Hayu, apalagi menyapanya. “Selamat bersenang-senang, Tante Ayu.” Candra mengulurkan tangan dan mencium punggung tangan Bu Ayu dengan sopan. Melihatnya seperti itu Hayu membatin, betapa beruntungnya wanita yang berhasil meluluhkan hati Candra.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai aoi no hana
Baca
+Pustaka
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Perasaan gue yang salah deh. Orang yang menggunakan rambut ombre mendadak menyunggingkan senyum lebar saat menjauh dari pria hoodie hitam. Dengan langkah tenang, dia pergi mengikuti punggung orang lain yang searah. Tidaklah begitu heran karena dia adalah Irene.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai aoi no hana
Baca
+Pustaka
Diari Pengantar Jodoh

Diari Pengantar Jodoh

Daun oval kecil-kecil tumbuh subur. Hana mengambil beberapa gambar. Tampak cantik dan ia pun mengirimkan kepada Yori gambarnya. “Bunga apa ini, Yori?” tanya Hana dalam bentuk teks pesan. Hana menunggu hingga seperempat jam baru Yori membalas pesannya. “Bunga Aster.” Hana pun memandang bunga cantik itu dengan perasan suka. Sederhana, tetapi tidak mengurangi kecantikannya.
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 787 kali sebagai aoi no hana
Baca
+Pustaka
Alunan Cinta

Alunan Cinta

Keriuhan pun kembali terjadi. ["Office Plant masuk."] "Masuk apa info, pak?'' sahut Adara. ["Nomor HP, copy."] ["Alamat rumah, copy."] ["Ukuran baju, copy."] ["Nama ... nama copy."] ["Punya saya, gante."] ["BUBAR. GANTE.'']
103.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai aoi no hana
Baca
+Pustaka
FIORE

FIORE

Etheldreda Cindyriesoursriri
Adrian melihat kepanikan dan rasa khawatir di mata Iris yang bulat tetapi ia bahkan tidak bisa memproses apa yang kedua orang di hadapannya katakan. “Iris, tolong panggilkan—” Perkataan Aiden berhenti saat batuk Adrian sedikit mereda, dan ia menjauhkan tangannya dari mulutnya. Sekuntum bunga yang Iris kenal dengan sangat baik, kelopak putih yang lembut, bunga daisy, bersama dengan beberapa kelopak bunga kecil yang tersebar di telapak tangan Adrian. Ia meringis saat kelopak bunga yang telah bercampur dengan warna merah darah muncul.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai aoi no hana
Baca
+Pustaka
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Reza kemudian masuk dengan tergesa-gesa dan langsung melihatku terbaring di tengah ruang tamu, dikelilingi oleh bunga-bunga, dan mengenakan gaun ungu kesukaanku. Namun, mataku tertutup dan aku tak dapat melihatnya lagi. Melihat pemandangan itu, aku tak bisa menahan tangis. Aku mendekat dan meraba wajahku, yang sepertinya masih menyimpan bekas air mata. Tiba-tiba, aku melihat Reza berlari ke arahku. Dia bertindak seperti orang yang kehilangan akal, mengangkat semua bunga yang ada di sekelilingku sambil terus mengoceh, "Rania punya asma. Di rumah nggak boleh ada bunga! Dia bisa merasa nggak nyaman karena serbuk sari. Kenapa kalian menaruhnya di tengah bunga seperti ini?"
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai aoi no hana
Baca
+Pustaka
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Jika beruntung, aku bisa melihat aurora di sini. Saat kakiku menapaki salju yang tebal dan lembut, hembusan angin dingin menusuk tulang. Namun entah kenapa, senyum justru terbit di wajahku. Akhirnya, semua kenangan lama di Praya benar-benar bisa kutinggalkan. Aku teringat, dulu pernah bilang pada Rangga kalau aku ingin melihat aurora. Dia menjawab dengan enteng, seolah janji itu mudah ditepati.
28.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 703 kali sebagai aoi no hana
Baca
+Pustaka
Tokyo Love Letter - Hibiki

Tokyo Love Letter - Hibiki

Di meja kecil dekat jendela, Sakura membuka onigiri dan menyedot kotak jus jeruk dari konbini yang ia beli semalam. Apple Music memutar lagu secara acak, dan “Koi wo Shita nowa” by Aiko mulai mengalun. Entah kenapa, lagu itu terasa pas di pagi hari yang sunyi. Pagi ini terasa...istimewa. Sakura mengenakan celana jeans gelap, kaus nyaman yang ditutupi sweater putih, lalu winter coat abu-abu panjang yang sudah disiapkan semalam. Tak lupa sneakers New Balance putih favoritnya.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai aoi no hana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status