Suamiku Jadul
tak disangka Bang Parlin angkat tangan.
“Boleh, silakan, Bang Parlin,”
“Saya rasa bayar untuk dapat nomor satu itu tidak bagus, yang berjuang akan kalah sama yang beruang, jadi saya tidak setuju dengan itu, itu suap,” kata Bang Parlin.
“Itu bukan suap, Bang Parlin, itu sudah biasa dalam berpartai, itu ongkos politik, partai itu ibarat bus, dengan tujuan gedung dewan, yang naik bus tentu bayar ongkos,” kata pria tersebut.
Sikat na Kabanata