Ibuku Menikahi Suamiku
“Dia udah di depan, bawa koper. Katanya mau tinggal sementara nemenin kamu. Aku udah bilang kamu butuh teman.”
Aku mendengar napasnya, Lelah Atau jengkel Atau keduanya, Tapi aku tetap tidak menjawab.
Beberapa detik kemudian, suara kunci diputar dan daun pintu terbuka. Cahaya dari lorong masuk pelan, memperlihatkan bayangan dua orang: Davin, suamiku, dan seorang wanita di belakangnya, ibuku, Marlina.
“Ibu masuk ya,” katanya sambil tersenyum tipis. Matanya menyapu kamar, lalu menatapku penuh rasa iba. Tapi aku tahu betul, kasihan tak selalu datang dari cinta.