AJUDAN SELEMBE
"Nyium, sih, boleh, tapi tangannya jangan kelayapan!"
"Protes mulu."
Aditya bangkit, lalu menciumi Alodita dengan intens. "Yuk!" bisiknya, seusai memutus pagutan.
"Enggak. Aku capek. Nanti aja."
"Kapan?"
"Besok."
"Oke. Habis salat subuh, berarti."
"Besok malam, Bang."
"Kelamaan. Menara Pisa-ku sudah nagih, karena kemaren dia istirahat."