TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU
gagap Mega tersendat-sendat dengan menahan malu yang teramat dalam.
“Jangan ulangi lagi, Bu! Ingat, aku bukan sapi perahnya kalian! Aku juga bukan ATM berjalan yang bisa kalian poroti semaunya. Kalau ngajak makan, ya, harus terima kubawa ke mana pun. Mau ke warung bakso, kek, ke angkringan nasi kucing, kek! Ya, kalian harus terimalah!” sentak Farhaaz dengan nada tinggi.
“Ayah juga minta maaf kalau seandainya sudah lancang ke Nak Farhaaz,” timpal Zulkifli dengan matanya yang berkaca-kaca.