Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
Kemudian dengan gerakan cepat, Sagara sudah berhasil melepaskan atasan piyama yang dipakai Jingga dan membuangnya ke lantai.
Kini kedua benda favoritnya terpampang, hanya berbalut bra berwarna cream berenda. Bagian atasnya menyembul, seolah sedang menggodanya.
Telunjuknya menoel-noel benda itu. “Lucunya—” ujarnya dengan gemas.
“Dih, dikira apaan kon lucu,” cibir Jingga.
Sagara mendongakkan wajahnya, menatap wajah cantik istrinya dengan lekat. “Kalau si kembar lahir aku masih boleh nenen, gak?”